Senin, 20 Januari 2014

METODE PENINGKATAN KUALITAS AKHLAK TERPUJI

METODE PENINGKATAN KUALITAS AKHLAK TERPUJI
(Pengembangan Mata Diklat Model -model Pembelajaran bagi Peserta Diklat Guru
Mata Pelajaran Aqidah Akhlak MA)
Oleh: M. Miftahussirojudin, S.Ag, MM
(Widyaiswara Muda BDK Surabaya)
Abstraksi
Pendidikan afeksi yang sangat perlu ditanamkan kepada peserta didik merupakan kebutuhan
mutlak yang harus diberikan. Soft-skill tersebut merupakan substansi essensial yang harus
dikuasai dan diimplementasikan kepada peserta didik terutama diusia remaja. Beberapa
perilaku yang ditampilkan para generasi bangsa pada saat ini sangat mengkahawatirkan. Bisa
dilihat bagaimana para remaja saling berburuk sangka sehingga terjadi pertikaian antar
kelompok, cara mereka berbusana yang banyak mengundang pelecehan seksua l, dan masih
banyak lagi yang sangat berkaitan erat dengan materi yang terdapat dalam Permenag no. 2
tahun 2008 sesuai dengan Standar Isi, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk
madrasah aliyah (MA). Para peserta didik bisa mengimplementasikan akhla k terpuji dalam
kehidupan sehari-hari jika metode yang diterapkan seorang pendidik tepat sasaran. Akhlak
terpuji yang dimaksud diantaranya, husn al-zhan dan bertaubat, akhlak berpakaian, berhias,
perjalanan, bertamu dan menerima tamu , pergaulan remaja, serta adil, ridla, amal salih,
persatuan dan kerukunan. Khusus untuk meningkatkan kualitas akhlak terpuji, Imam Al -
Ghazali memberikan konsep tentang metode yang insyaallah sesuai dengan substansi akhlak
terpuji, metode yang beliau berikan adalah metode ta at syari’ah, metode pengembangan diri,
serta metode kesufian.
Kata Kunci: Permenag, SK-KD, Akhlak Terpuji, Metode Pembelajaran
A. Pendahuluan
Pendidikan akidah akhlak sebagai bagian yang integral dari pendidikan agama,
memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan dalam pembentukan watak dan
kepribadian peserta didik. Tetapi secara substansi mata pelajaran akidah akhlak memiliki
kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempraktekkan nilai -
nilai keyakinan keagamaan (tauhid) dan al-akhlak al-karimah dalam kehidupan sehari -
hari.
Sesuai dengan acuan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) PP No 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, bahwasanya KTSP disusun
dengan memperhatikan beberapa hal, diantara yang pertama adalah peningkatan iman dan
takwa serta akhlak mulia. Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar
pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh , sehingga materi al-akhlak al-karimah
(akhlak terpuji) merupakan materi yang wajib diketahui, d ipelajari, dan
diimplementasikan dalam kehidupan sehari -hari.
Menurut Azyumardi Azra, kemerosotan akhlak, moral, dan etika peserta didik
disebabkan gagalnya pendidikan di sekolah /madrasah. Hal itu disebabkan karena
dangkalnya penanaman materi akhlakul ka rimah yang disampaikan para tenaga pendidik
(guru) yang hanya mengacu pada apa yang ada di buku tanpa mengembangkan literatur
yang lebih luas lagi. (Azyumardi Azra, 2006: 23)
Tujuan diberikan materi akidah akhlak pada Madrasah Aliyah (MA) sesuai
dengan Permenag N0. 2/2008 adalah sebagai berikut:
1. Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan
pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik
tentang akidah Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang
keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT;
2. Mewujudkan manusia Indonesia yang berakhlak mulia dan menghindari akhlak
tercela dalam kehidupan sehari -hari, baik dalam kehidupan individu maupun sosial,
sebagai manifestasi dari ajaran dan nila i-nilai akidah Islam.
B. Metode Peningkatan Kualitas Akhlak Terpuji
1. Akhlak Terpuji pada SK-KD Madrasah Aliyah (MA)
a. Pengertian Akhlak Terpuji
Pengertian akhlak dapat dibedakan menjadi dua macam, di antaranya menurut
etimologi kata akhlak berasal dari bahasa Arab al-akhlaq bentuk jamak dari
mufrodnya khuluq, yang berarti budi pekerti. Sinonimnya adalah etika dan moral.
Etika berasal dari bahasa Latin, etos yang berarti kebiasaan. Moral berasal dari
bahasa Latin juga, mores yang juga berarti kebiasaan. Sedangkan menurut
terminolog, kata budi pekerti terdiri dari kata “budi” dan “pekerti”. Budi adalah
yang ada pada manusia, yang berhubungan dengan kesadaran, yang didorong oleh
pemikiran, rasio yang disebut karakter. Pekerti adalah apa yang terlihat pada
manusia, karena didorong oleh perasaan hati yang disebut dengan behaviour. Jadi,
budi pekerti merupakan perpaduan dari hasil rasio dan rasa yang bermanifestasi
pada karsa dan tingkah laku manusia . (Rahmat Djatnika, 1994: 26)
Pengertian akhlak menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 27), akhlak
diartikan budi pekerti atau kelakuan. Dalam bahasa Arab kata a khlak (akhlaq)
diartikan tabiat, perangai, kebiasaan, bahkan agama . Sedangkan Dalam kamus Alkautsar,
ilmu akhlak diartikan sebagai ilmu tata karma. Jadi dapat dirumuskan
bahwa ilmu akhlak adalah ilmu yang membahas tentang perbuatan yang dilakukan
manusia, mengajarkan perbuatan baik yang harus dikerjakan dan perbuatan jahat
yang harus dihindari dalam pergaulannya, baik dengan s esama manusia maupun
dengan Tuhannya.
Meskipun kata akhlak berasal dari bahasa a rab, tetapi kata akhlak tidak banyak
dijumpai dalam al-Qur’an, tetapi kata akhlak banyak dijumpai dalam hadits. Satusatunya
kata yang ditemukan dalam al -Qur’an adalah bentuk tunggal, yaitu khuluq
yang terdapat dalam surat al-Qalam ayat 4. yang berbunyi :
وَ إَّ كلن لعىَ خُ لٍعُقظَمي “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) betul -betul di atas akhlak yang
agung.” (QS. Al-Qalam/ 68: 4)
Imam Al-Ghazali mengemukakan definisi akhlak sebagai berikut :
الخلق عبارة عن هيئة فى النفس را سخة عنها تصدر الافعال بسهولة ويسر من غير
. حا جة لى ف إ كرو ور يّة قعلا و سرعا
“Bahwa akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang dari padanya
timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah dengan t idak memerlukan pertimbangan
pikiran (terlebih dahulu).” (Imam al-Ghazali. tt: 58).
Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa hakikat akhlak menurut al -
Ghazali mencakup dua syarat. Pertama, perbuatan itu harus konstan, yaitu
dilakukan berulang kali dalam bentuk yang sama, sehingga dapat menjadi
kebiasaan. Kedua, perbuatan itu harus tumbuh dengan mudah tanpa pertimbangan
dan pemikiran, yakni bukan karena adanya tekanan, paksaan dari orang lain atau
bahkan pengaruh-pengaruh dan bujukan yang indah dan seba gainya.
Menurutnya juga, bahwa akhlak bukanlah pengetahuan (ma’rifah) tentang
baik dan jahat, maupun kodrat (qudrah) untuk baik dan buruk, bukan pula
pengamalan (fi’l) yang baik dan jelek, melainkan suatu keadaan jiwa yang mantap
(hay’ah rāsikhah fi al-nafs).
Akhlak adalah suatu istilah yang sering digunakan oleh al-Ghazali. Jadi, kerap
kali kita temukan pernyataan, seperti ‘akhlak kedermawanan” dan “akhlak -akhlak
tercela”. Dapat dipahami bahwa dalam etika al-Ghazali, suatu amal lahiriyah tak
dapat secara tegas disebut baik dan buruk. Maka ketulusan seseorang mungkin
dipandang sebagai suatu kebaikan, tetapi jual belinya yang jujur atau tidak. Namun,
suatu suatu amal dapat dikatakan suatu amal shaleh atau amal jahat.
Dengan demikian dapat dipahami bah wa akhlak adalah suatu sikap atau
kehendak manusia disertai dengan niat yang tentram dalam jiwa yang berlandaskan
al-Qur’an dan al-Hadits yang daripadanya timbul perbuatan -perbuatan atau
kebiasaan-kebiasaan secara mudah tanpa memerlukan p embimbingan terlebih
dahulu. Jika kehendak jiwa itu menimbulkan perbuatan -perbuatan dan kebiasaankebiasaan
yang bagus, maka disebut dengan akhlak yang terpuji. Begitu pula
sebaliknya, jika menimbulkan perbuatan -perbuatan dan kebiasaan-kebiasaan yang
jelek, maka disebut dengan akhlak yang tercela.
Jadi akhlak terpuji adalah tabiat, perilaku, perangai serta sifat yang baik sesuai
dengan ketentuan akal dan norma agama yang tertanam dalam diri seseorang dan
dapat mengeluarkan sesuatu perbuatan dengan senang dan mudah tanpa pemi kiran
dan paksaan serta bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.
Akhlak terpuji juga bisa dikatakan akhlak islami, maksudnya adalah akhlak
yang mempunyai karakteristik sifat tertentu yang membedakan dengan etika dan
moral ciptaan manusia. Oleh karena itu, di pandang dari sumbernya , akhlak islami
bersifat tetap dan berlaku untuk selamanya sedangkan moral dan etika hanya
berlaku di suatu tempat dan selama masa tertentu. Sifat-sifat yang menjadi
karakteristik akhlak islami tersebut antara lain :
a. kebaikannya bersifat mutlak (al-hasanah al-mutlaqah ) yaitu kebaikan yang
terkandung dalam akhlak merupakan kebaikan yang bersifat murni baik untuk
individu atau untuk masyarakat dalam lingkungan, kea daan, waktu, dan tempat
apapun.
b. kebaikannya bersifat menyeluruh (al-hasanah al-syumuliyah) yaitu kebaikan
yang terkandung didalamnya merupakan kebaikan untuk seluruh umat di segala
zaman dan di semua tempat.
c. kebaikan bersifat tetap langgeng dan mantap (al-hasanah al-tsabitah), tidak
berubah oleh perubahan waktu dan tempat atau perubahan hidup masyarakat.
pengawasan yang menyeluruh (muraqabah syumūliyah), karena akhlak
bersumber dari Allah, maka pengaruhnya lebih kuat dari etika, dan moral ciptaan
manusia sehingga orang tidak berani melanggarnya kecuali setelah rag u-ragu dan
kemudian akan menyesali perbuatannya selanjutnya bertaubat dengan sungguh -
sungguh dan tidak melakukan perbuatan salah lagi.
2. Akhlak Terpuji dalam SK-KD
Segala perilaku, perangai, dan tabiat maupun sifat yang baik, semua
merupakan cermin akhlak te rpuji, sehingga jika ditentukan jumlahnya, maka akan
sangat banyak sekali. Adapun jenis akhlak terpuji yang sesuai dengan standar
kompetensi yang ada pada Permenag No. 2 tahun 2008 untuk tingkat madrasah
aliyah (MA) diantaranya;
a. husn al-zhan dan bertaubat,
Husn al-zhan berasal dari dua kata yaitu husna dan dzan artinya “berbaik
sangka”, sedangkan lawan katanya adalah su`uzan yang artinya “berburuk
sangka”. Husn al-zhan kepada Allah maksudnya selalu beranggapan bahwa
Allah selalu memberikan atau memperlakukan yang terbaik kepada setiap
hambaNya. Husn al-zhan kepada diri sendiri maksudnya adalah berprasangka
yang baik terhadap diri sendiri, sedangkan husn al-zhan kepada orang lain
maksudnya adalah berprasangka baik terhadap orang lain yang sudah
dikenalnya maupun yang belum dikenalnya. ( Forum Bina Guru PAI Madrasah
Aliyah, 2009: 15)
Seorang mukmin dilarang berburuk sangka baik kepada diri sendiri, orang lain,
lebih-lebih kepada Allah apabila gagal memperoleh atau mencari karunia yang
telah disediakannya. Kita dilarang berputus asa dan harus tetap optimis untuk
meraih rahmat dan karunia -Nya dengan selalu bersabar diikuti ikhtiar yang
maksimal serta bertawakal kepada Allah. Kegagalan yang dialami seseorang
pasti akan berbuah hikmah yang bisa diambil ibrahnya. Allah mempunyai
maksud sendiri dalam memberikan semua cobaan kepada hambaNya. Janganlah
menganggap Allah tidak menyayangi orang yang telah gagal meraih cita -cita
maupun harapannya, jangan berburuk sangka padaNya, karena rahman rahim
Allah akan selalu diberikan kepada hambaNya. Perhatikan Firman Allah Swt.
berikut ini:
   
 
  
  
  
   
  
    
   

“Allah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal -kapal dapat berlayar
padanya dengan seizin-Nya, dan supaya kamu dapat mencari sebagian karunia -
Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur. Dan Dia menundukkan untukmu
apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya (sebagai rahmat)
hari pada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar -benar terdapat
tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir”. (QS. al-Jatsiyah/ 45:
12-13)
Adapun taubat merupakan kembalinya seseorang itu daripada melakukan
perkara-perkara yang dicela pada syarak kepada perkara -perkara yang dipuji
pada syarak dan mengetahui dia bah wasanya, dosa dan maksiat itu
membinasakan diri dan iman dan menjauhkan daripada Allah Azza Wajalla
dan daripada syurgaNya" (http://laman-keinsafan.blogspot.com/
2008/10/pengertian-taubat.html). Taubat artinya memohon ampunan kepada
Allah SWT atas segala dosa dan kesalahannya dan berjanji tidak akan
mengulangi kesalahan lagi.
Ditinjau dari segi bahasa, taubat adalah ism mashdar yang berasal dari fi’l
madhi تاب bermakna رجع yang berarti kembali. Sedangkan menurut istilah,
khususnya ulama tasawuf, mereka berbeda pendapat.
Menurut al Muhasibi, taubat adalah penyesalan terhadap perbuatanperbuatan
jelek pada masa lalu dan berkeinginan tidak akan mengulanginya lagi, serta
menghindar dari hal -hal yang mengajak untuk berbuat dosa
(http://id.shvoong.com/ humanities/religion -studies/2243423-pengertiantaubat/#
ixzz1WJ5hhNhC).
Perintah memohon ampun dijelaskan dalam QS. Ali-Imran ayat 135:
  
  
  
 
   
    
  
“dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau
Menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun
terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain
dari pada Allah? dan mereka tidak meneruska n perbuatan kejinya itu, sedang
mereka mengetahui”(QS. Ali-Imran/ 3: 135)
Ayat di atas menunjukkan pengertian taubat, dan orang dikatakan bertaubat
manakala tidak akan pernah mengerjakan dosa dan kesalahan yang sama dan
akibatnya bisa merugikan dirinya sendiri maupun orang lain. Masih banyak
lagi pengertian taubat (penyesalan) yang terdapat dalam al -qur’an, bahkan
taubat dijadikan nama salah satu surat dalam alqur’an yaitu surat at -taubah
(surat ke 9 ) yang berarti pengampunan.
b. akhlak berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan menerima tamu,
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 1001), berpakaian diartikan
diartikan sebagai barang apa yang biasa dipakai oleh seseorang baik berupa
baju, celana, jaket, kerudung, dan sebagainya. Secara istilah pakaian merupakan
segala sesuatu yang dikenakan seseorang dalam berbagai ukuran dan modenya
yang disesuaikan dengan kebutuhan pemakainya untuk tujuan yang bersifat
umum maupun khusus. Sedangkan dalam bahasa arab pakain disebut dengan
kata libāsun-tsiyābun.
Menurut ketentuan agama lebih mengarah pada keperluan menutup aurat
sesuai dengan ketentuan hukum syariat dengan tujuan untuk beribadah dan
mencari ridlo Allah. Pakaian merupakan penutup tubuh untuk memberikan
proteksi dari bahaya asusila, memberikan perlindung an dari sengatan matahari
dan terpaan hujan, sebagai identitas seseorang, sebagai harga diri seseorang, dan
sebuah kebutuhan untuk mengungkapkan rasa malu seseorang
(http://hbis.wordpress.com/ 2008/12/11/adab -berpakaian-bertamu-dan-berhias)
Pengertian berhias menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 494)
adalah usaha memperelok diri dengan pakaian atau lainnya yang indah -indah,
berdandan dengan dandanan yang menarik. Sedangkan menurut istilah berarti
upaya seseorang untuk memperindah diri dengan berbagai busana, asesoris
maupun yang lainnya dan dapat memperindah diri bagi pemakainya dan
memunculkan kesan indah bagi yang menyaksikan serta menambah percaya
diri penampian untuk suatu tujuan tertentu.
Jadi akhlak berhias menurut konsep Islam adalah perbuatan untuk
memperelok diri dan tidak berte ntangan dengan prinsip agama. Hal ini sesuai
dengan firman Allah yang berbunyi:
  
   
  
    
 
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di Setiap (memasuki) mesjid,
Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih -lebihan. Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.(QS. al-A’rāf/ 7: 31)
Perjalanan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 559)
adalah perihal (cara, gerakan, dsb) berjalan atau bepergian dari suatu empat
menuju tempat yang lain untuk suatu tujuan. sedangkan dalam bahasa Arab,
perjalanan disebut juga dengan kata rihlah atau safar. Secara istilah,
perjalanan merupakan aktifitas seseorang untuk keluar ataupun meninggalkan
rumah dengan berjalan kaki atau menggunakan transportasi yang
mengantarkan sampai pada tempat tujuan dengan maksud dan tujuan tertentu
(http://asno-dharmasraya.blogspot.com/ 2011/11/akhlak -dalamperjalanan.
html)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 1390), bertamu artinya
berkunjung ke rumah seorang teman ataupun kerabat untuk suatu tujuan
ataupun maksud tertentu. Secara istilah, bertamu adalah kegiatan mengunjungi
rumah sahabat, kerabat ataupun orang lain dengan tujuan untuk menjalin
persaudaraan ataupun untuk suatu keperluan lain dalam rangka menciptakan
kebersamaan dan kemaslahatan bersama.
Pengertian menerima tamu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
(2008: 1391) adalah kedatangan orang yang bertamu, melawat atau
berkunjung. Secara istilah, menerima tamu adalah menyambut tamu dengan
berbagai cara penyambutan yang lazim (wajar) dilakukan menu rut adat
ataupun agama dengan maksud untuk menyenangkan atau memuliakan tamu
atas dasar keyakinan untuk mendapatkan rahmat dan ridlo Allah. (Forum Bina
Guru PAI Madrasah Aliyah, 2009: 46)
c. akhlak terpuji dalam pergaulan remaja
Cermin perilaku akhlak terpuji yang ditampilkan para remaja dalam
pergaulannya, ditunjukkan dalam beberapa bentuk, diantaranya adalah;
- menunjukkan rasa solidaritas yang tinggi antar sesama
- bersikap toleransi (tasamuh), yaitu sikap yang senantiasa adanya saling
menghargai, tenggangrasa antar sesama
- berkepribadian rasa saling tolong menolong bagi siapa saja yang
membutuhkan pertolongan
- menjaga kerukunan dan kebersamaan yang mencerminkan sikap cinta tanah
air
- bersikap rasa ingin tahu dengan semangat belajar sepanjang hayat
- berjiwa kepahlawanan, dalam artian menonjolkan keberanian dan
pengorbanannya dalam kebajikan
d. adil, ridla, amal salih, persatuan dan kerukunan
Adil secara istilah seperti pengertian yang terdapat dalam
http://kouzinet.blogspot.com/2010/03/pengertian -adil.html adalah suatu sikap
yang tidak memihak atau sama rata, tidak ada yang lebih dan
tidak ada yang kurang, tidak ada pilih kasih dan masih banyak lagi persepsi
yang lainnya. Berdasarkan pengertian lain seperti dalam
http://simalangokiki.blogspot.com/2011/11/pengertian -adil-dan-keadilan.
html, adil adalah suatu Perbuatan yang mengindahkan ketentuan -ketentuan
atau aturan-aturan yang berlaku didalam kehidupan sehari -hari.
Pengertian adil dalam pandangan islam adalah memberikan hak kepada orang
yang berhak menerimanya tanpa ada pengurangan, dan meletakkan segala
urusan pada tempat yang sebenarnya tanpa ada aniaya
(http://chamzawi.wordpress.com/2008/07/26/adil -keadilan-dalam-pandanganyusuf-
qardhawi). Sedangkan adil menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
adalah tidak berat sebelah, tidak memihak, berpegang pada kebenaran, tidak
sewenang-wenang. Secara bahasa, adil berasal dari kata ‘ adala-ya’dilu-‘adlan,
yang berarti menyamakan, meluruskan atau menyeimbangkan.
Ridla berasal dari bahasa arab radliya-yardla-ridlan wa ridlwanan, yang
sudah terserap kedalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 1174) yang
artinya rela, suka, senang hati. Sedangkan secara istilah diartikan sikap
menerima atas pemberian dan anugerah yang diberikan oleh Allah dengan di
iringi sikap menerima ketent uan syariat Islam secara ikhlas dan penuh
ketaatan, serta menjauhi dari perbuatan buruk(maksiyat), baik lahir ataupun
bathin (http://tanbihun.com/ tasawwuf/tasawuf/definisi-penjelasan-ridhadalam-
tasawuf/).
Berdasarkan istilah tersebut berarti ridla berkaitan dengan perkara
keimanan yang terbagi menjadi dua macam yaitu, ridha Allah kepada hamba -
Nya dan ridha hamba kepada Allah . Seperti firman Allah dalam QS. al-
Bayyinah ayat 8:
  
   
  
    
    
   
Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga 'Adn yang mengalir di
bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama -lamanya. Allah
ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. yang demikian itu
adalah (balasan) bagi orang yang takut kepa da Tuhannya. (QS. Al-Bayyinah/
98: 8).
Amal salih berasalal dari dua kata yaitu amal dan salih. Amal artinya
perbuatan, dan salih artinya dalam kamus munjid adalah baik (Tim
Musyawarah Guru Bina PAI MA, 2008: 34). Pengertian lain dari amal salih
adalah penggunaan segala daya untuk menghasilkan sesuatu. Sekurangnya ada
empat jenis daya pada manusia yaitu yang pertama adalah daya yang berkaitan
dengan jasad atau daya jasadi, yang kedua adalah daya atau kemampuan
berfikir logika sehingga lazim disebut daya fikir lalu yang ketiga daya ruhiy
yang menuntun kita berfikir abstrak sehinggacondong kepada ketauhidan dan
rasa kecintaan akan seni serta yang terakhir adalah dayanasfu atau lazim pula
kita sebut hawa nafsu. Sedangkan kata shaleh bermakna segala se suatu yang
bersifat baik, menguntungkan dan berguna. Sehingga jika kita sambungkan
kata amal dan shaleh maka ia akan bermaknakurang lebih adalah penggunaan
segala daya yaitu daya jasadi, daya fikir, daya ruhiyserta daya nafsu untuk
menghasilkan sesuatu yang sifatnya baik, menguntungkan dan berguna
(http://www.scribd.com/doc/50570773/Amal -shaleh-terdiri-dua-kata-yaituamal-
dan-shaleh)
Pengertian persatuan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:
1231) adalah gabungan (ikatan atau kumpulan) beberapa bagian yang sudah
bersatu. Sedangkan secara istilah persatuan berarti bentuk kecenderungan
asasi manusia sebagai makhluk sosial yang diaktualisasikan dalam bentuk
kegiatan.
Menurut Bustamam Ismail, pengertian persatuan ialah ikatan yang terjadi
antara dua orang lebih yang mereka melakukan tidak yang sama dalam hal
terjadinya peristiwa tertentu. Bila seseorang suatu bangsa maka rakyatnya
akan bersatu membela bangs anya. (http: //
hbis.wordpress.com/category/akidah/ )
Konsep persatuan dan kerukunan sudah dinyatakan Allah dalam firmanNya:
  
   
 
  
   
    
 
Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki -laki
dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan
bersuku-suku supaya kamu saling kenal -mengenal. Sesungguhnya orang yang
paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah or ang yang paling taqwa diantara
kamu. Sesungguhnya Allah Maha meng etahui lagi Maha Mengenal (QS. al-
Hujurat/ 49: 13)
Jenis-jenis akhlak terpuji tersebut di atas merupakan akhlak yang perlu
diberikan oleh para pendidik kepada peserta didik dengan harapan se telah
keluar dari madrasah aliyah tersebut peserta didik dapat menerapkan akhlak
terpuji serta selalu meningkatkan kualitasnya dalam kehidupan sehari -hari agar
para peserta didik mendapatkan sebutan orang -orang yang sempurna imannya.
Rasulullah sawbersabda:
كَأَ مْا ل لمُُؤْمِ إْن ينِيَِمانً اَْ حَسأْ هنمخُُ لًُْ،اقُخ اِيَوَرُخمِكْار ي كَُْن لمسُِئاَِ هْ مِ
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya dan
sebaik-baik kalian adalah orang terbaik bagi keluarga mereka.” (HR. at-Tirmidzi
dari Abu Hurairah, at-Tirmidzi berkata, “Hadits hasan shahih.”diriwayatkan pula
oleh Ahmad dengan sanad hasan seperti yang dikatakan oleh Syaikh al -Arnauth
dalam tahqiq Riyadhus Shalihin). (http://www.alsofwah.or.id/cetaksakinah.php ?)
3. Metode Peningkatan Kualitas Akhlak Terpuji
a. Pengertian metode
Metode menurut H.M. Arifin (2003 : 44) berasal dari 2 kata yaitu “meta”
dan “hodos’. Meta berarti melalui, hodos berarti jalan atau cara. Jadi Metode
mengandung pengertian; suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan.
Sedangkan pembelajaran ialah membelajarkan siswa menggunakan asas
pendidikan maupun teori belajar sebagai penentu utama keberhasilan pendidikan
(Syaiful Sagala, 2006: 62). Pembelajaran menurut Umar Hamalik (2008:33 )
adalah suatu proses terjadinya interaksi antara peserta didik dengan pendidik
dalam upaya mencapai tujuan kompetensi (kognitif, afektif, dan ketrampilan),
yang berlangsung dalam suatu lok asi tertentu dalam jangka satuan waktu tertentu
pula.
Menurut Hamzah B. Uno (2007: 59), metode pembelajaran didefinisikan
sebagai cara yang digunakan guru, yang dalam menjalankan fungsinya
merupakan alat untuk mencapai tujuan yang bersifat prosedural yait u berisi
tahapan tertentu. Sedangkan menurut H. Martinis Yamin (2006 : 78), metode
pembelajaran adalah cara melakukan atau menyajikan, menguraikan, memberi
contoh, dan memberi latihan isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan
tertentu. Jadi metode pembelajaran adalah suatu cara yang dilakukan guru dalam
menyajikan, menguraikan, dan memberi contoh dan latihan secara prosedural
kepada siswa untuk mencapai suatu tujuan.
Kegiatan belajar mengajar yang melahirkan interaksi unsur -unsur
manusiawi adalah suatu proses dalam rangka mencapai suatu tujuan yang
diinginkan. Dengan menggunakan metode pembelajaran, berarti guru telah
dengan sadar berusaha mengatur lingkungan belajar agar kondisi pembelajaran
dapat bergairah bagi anak didik. Dengan persiapan perencan aan seperangkat
materi dan pengalaman yang dimiliki guru, maka guru secara tidak langsung
mempersiapkan program pengajaran dengan baik dan sistematis. Salah
menggunakan metode pembelajaran, berarti harapan untuk mencapai tujuan tidak
akan tercapai. Penggunaan metode yang monoton akan menciptakan kebosanan
bagi peserta didik, berarti tidak ada suatu inovasi dalam proses pembelajaran.
Metode dikatakan sebagai alat mencapai tujuan pembelajaran adalah suatu
cita-cita yang akan dicapai dalam kegiatan belajar m engajar. Tujuan juga
merupakan pedoman yang akan memberi arah, kemana kegiatan belajar
mengajar akan dibawa. Guru tidak bisa membawa kegiatan belajar mengajar
dengan sekehendak hatinya serta mengabaikan tujuan yang telah dirumuskan.
Metode adalah pelicin jalan pengajaran menuju tujuan.
Metode menempati peranan yang penting diantara komponen pembelajaran
lainnya. Tidak ada satupun kegiatan belajar mengajar yang tidak menggunakan
metode. (Syaiful Bahri D, dan Aswan Zain, 2006: 56) Namun lebih tepat lagi
jika penggunaan metode tersebut disesuaikan dengan indikator pencapaian baik
pencapaian aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang relevan dengan
Standart Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
b. Macam-macam Metode dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak Terpuji
Sesuai dengan pengertian metode itu sendiri, metode tidak ada yang
terbaik dan yang terjelak, yang ada adalah metode yang sesuai dengan tujuan
yang diharapkan. Metode merupakan suatu cara yang ditempuh seseorang
dalam mencapai tujuan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dalam
http://ciebad.wordpress.com/2011/06/19/akhlak -dan-metode-peningkatankualitas-
akhlak/, cara yang bisa ditempuh dalam usaha meningkatkan akhlak
terpuji di antaranya; komitmen dengan jalan hidup Islam, loyal kepada Alloh,
RasulNya, dan Islam, kesungguhan dalam menjalani kehidupan ,
menumbuhkan sikap toleran/tasamuh dan memaafkan , serta membangkitkan
sikap moderat terhadap orang lain dan segala sesuatu.Macam-macam metode
di antaranya:
Imam al-Ghazali berpendapat, bahwa metode -metode yang bisa
meningkatkan kualitas akhlak sese oarang dan cara penerapannya di antaranya:
1) Metode taat syari’at
Metode ini berupa pembenahan diri, yakni membiasakan diri dalam hidup
sehari-hari untuk melakukan kebajikan dan hal -hal bermanfaat sesuai
dengan ketentuan syari’at, aturan -aturan negara, dan norma -norma
kehidupan bermasyarakat. Disamping itu berusaha untuk menjauhi hal -hal
yang dilarang syara’ dan aturan-aturan yang berlaku. Metode ini
sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja dalam kehidupan sehari -
hari. Hasilnya akan berkembang sikap dan perilaku positif seperti ketaatan
pada agama dan norma-norma masyarakat, hidup tenang dan waj ar,
senang melakukan kebajikan, pandai menyesuaikan diri dan bebas dari
permusuhan. Cara menerapkan metode tersebut adalah:
- membiasakan diri untuk selalu melakukan kebaikan dan menjauhi yang
di larang syara’
- menjauhi permusuhan
- membiasakan diri untuk menyesuaikan dengan lingkungan
2) Metode pengembangan diri
Metode yang bercorak psiko-edukatif ini didasari oleh kesadaran atas
kekuatan dan kelemahan diri yang kemudian melahirkan keinginan untuk
meningkatkan sifat-sifat baik dan sekaligus menghilangkan sifat -sifat
buruk. Dalam pelaksanaannya dilakukan pula proses pembiasaan
(conditioning) seperti pada “Metode Taat Syari’at” ditambah dengan
upaya meneladani perbuatan dari pribadi -pribadi yang dikagumi.
Membiasakan diri dengan cara hidup seperti ini secara konsisten akan
mengembangkan kebiasaan-kebiasaan dan sifat-sifat terpuji yang
terungkap dalam kehidupan pribadi dan kehidupan bermasyarakat.
Metode ini sebenarnya mirip dengan metode pertama, hanya saja
dilakukan secara lebih sadar, lebih disiplin dan intensif serta lebih
personal sifatnya daripada metode pertama.
Cara menerapkan metode pengemban gan diri ini adalah:
- berupaya meneladani perbuatan-perbuatan terpuji dari pribadi -pribadi
yang di kagumi
- membiasakan konsisten untuk melakukan kebiasaan -kebiasaan terpuji
dan menghilangkan sifat -sifat tercela yang ada pada diri
- berusaha meningkatkan potens i-potensi baik yang ada pada diri untuk
menjadi pribadi yang lebih baik.
3) Metode kesufian
Metode ini bercorak spiritual-religius dan bertujuan untuk meningkat kan
kualitas pribadi mendekati citra Insan Ideal (Kamil). Pelatihan disiplin diri
ini menurut al-Ghazali dilakukan melalui dua jalan yakni al -mujaahadah
dan al-riyaadlah. Al-Mujāhadah adalah usaha sungguh-sungguh untuk
menghilangkan segala hambatan pribadi (harta, kemegahan, taklid,
maksiat). Al-Riyādlah adalah latihan mendekatkan diri pada Tuhan dengan
selalu berusaha meningkatkan kualitas ibadah. Kegiatan sufistik ini
berlangsung dibawah bimbingan seorang Guru yang benar -benar
berkualitas dalam hal ilmu, kemampuan dan wewenangnya sebagai
Mursyid. Diantara ketiga metode tersebut, metode kesufian dianggap
tertinggi oleh al-Ghazali dalam proses peningkatan derajat keruhanian,
khususnya dalam meraih ahlak terpuji.
Cara menerapkan metode ini adalah:
- membiasakan bersifat zuhud
- melakukan riyādhah / mendekatkan diri pada tuhan
- meningkatkan kualitas ibadah
Demikian beberapa metode dan cara penerapannya, semoga dengan cara -
cara tersebut, usaha kita semua dalam upaya meningkatkan kualitas
akhlak terpuji khususnya kepada peserta didik dapat berhasil sesuai
dengan tujuan yang kita harapkan bersama.
C. Penutup
Akhlak terpuji yang terdapat pada AK-KD merupakan akhlak terpuji yang harus
ditanamkan kepada para peserta didik sehingga alumni madrasah aliyah sudah
mempunyai bekal akhlak yang bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari dalam
lingkungan kehidupannya. Perilaku terpuji tersebut benar -benar tertanam atau hanya
sekedar kognisi saja, semua tergantung pada metode yang dipergunakan guru agar
kualitas implementasi akhlak terpuji tersebut benar -benar meningkat dan tertanam pada
pribadi peserta didik. Disamping beberapa metode secara umum bisa diterapkan untuk
meningkatkan kualitas akhlak terpuji, Imam Al-Ghazali memberikan juga memberikan
tiga metode dalam upaya meningkatkan kualitas akhlak terpuji. Ke tig a metode tersebut
adalah metode taat syari’at, metode pengembangan diri, serta metode kes ufian.
Daftar Pustaka
Al-Ghazali, Imam. tt. Pengembangan Pribadi pada Akhlak. Surabaya: Bina Ilmu.
_______ t.t. Ihya’ Ulumuddin. Beirut : Dar Ihya al-Kutub al-Ilmiyah,. Juz ke-3
Ahmad bin Hambal, Al Imam. t.t. Musnad. Beirut: Darul Kutub al Ilmiyah. Juz ke-2
Arifin, H.M. 2003. Ilmu Pendidikan Islam: Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan
Pendekatan Indisipliner. Jakarta: Bumi Aksara.
Albarry, M, Dahlan. 2001. Kamus Ilmiah Populer. Surabaya: Arkola
Azra, Azyumardi. 2006. Paradigma Baru Pendidikan Nasional: Rekonstruksi dan
Demokratisasi. Jakarta: Buku Kompas.
Djatnika, Rahmat. 1994: Sistem Ethika Islami (Akhlak Mulia), Jakarta : Balai Pustaka.
Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Uno, B, Hamzah. 2008. Model pembelajaran: Menciptakan PBM yang Kreatif dan Efektif ,
Jakarta: Bumi Aksara
Yamin, Martinis. 2007. Profesionalisasi Guru & Implementasi KTSP , Jakarta: Gaung
Persada
Yamin, Martinis. 2008. Desain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan, Jakarta:
Gaung Persada
Forum Bina Guru PAI Madrasah Aliyah, 2009, Surabaya:Bina Ilmu
Hamalik, Umar. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Bumi Aksara
Iskandar, Sofwan, dkk. 2009. Penuntun Aqidah Akhlak. Bandung: CV. Askindo
Ismail Bustamam, dalam http://hbis.wordpress.com/category/aqidah/
Nasir, Husein, Prof. dalam http://arisandi.com/manfaat -ridho
Permenag No. 2 tahun 2008
Sayyid, Sabiq. 2006, Fiqh Sunah,
Sagala, syaiful, 2006. Konsep dan Makna Pembelajaran . Bandung: Alfabeta
http://ciebad.wordpress.com/2011/06/19/akhlak -dan-metode-peningkatan-kualitas-akhlak/
http://www.alsofwah.or.id/cetaksakinah.php
http://www.scribd.com/doc/50570773/Amal -shaleh-terdiri-dua-kata-yaitu-amal-dan-shaleh
http://bdksurabaya.kemenag.go.id/file/dokumen/BahanJurnal2013.pdf

SIRUP KULIT NANAS YANG BERVITAMIN DAN EKONOMIS

1
SIRUP KULIT NANAS YANG BERVITAMIN DAN EKONOMIS
(Kajian Pengembangan Materi IPA Terpadu MTs)
(Hasil Penelitian)
Oleh;
Ahmad Jaelani, M.Pd.
BALAI DIKLAT KEAGAMAAN SURABAYA
2013
2
3
ABSTRAK
Limbah kulit nanas biasanya hanya di buang sia-sia. Masyarakat tidak tau bahwa kulit nanas dapat di manfaatkan. Oleh karena itu peneliti ingin meneliti manfaat kulit nanas.
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit nanas menjadi sirup yang bemanfaat bagi tubuh. Dan penelitian ini diharapkan dapat memberi konstribusi bagi masyarakat dan perkembangan bisnis nanas ini.
Metode yang digunakan adalah metode eksperiment dan metode pustaka. Metode eksperiment dilakukan dengan membandingkan sirup kulit nanas dengan sirup-sirup lainnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit nanas dapat digunakan sebagai minuman sirup yang bervitamin dan menyehatkan bagi kesehatan tubuh.
4
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di Indonesia tumbuh berbagai macam tumbuhan yang sangat bermanfaat bagi manusia, contohnya buah-buahan, pisang, nanas, papaya, kelapa banyak lagi yang lainnya. Diantara tumbuhan tersebut ada salah satu tumbuhan yang sebenarnya mempunyai banyak manfaat, tetapi belum digunakan secara maksimal karena konsumen belum banyak mengetahui, yaitu kulit nanas.
Nanas adalah salah satu jenis tumbuhan yang bermanfaat dan bervitamin. Pohon nanas banyak ditaman di kebun/sawah. Tumbuhan nanas ini mempunyai banyak manfaat, mulai buah, ampas, dan kulitnya yang dapat digunakan sebagai minuman yang bevitamin. Padahal kulit nanas tidak dapat diolah menjadi minuman yang lebih menarik dan juga memiliki banyak khasiat, salah satunya dapat digunakan menjadi minuman bervitamin, namun pada umumnya banyak konsumen yang tidak mengetahuinya.
Dari sinilah, penulis ingin membuat dan membuktikan kepada konsumen bahwa kulit nanas ini dapat diolah menjadi minuman yang menarik, sehingga konsumen bisa menikmati olahan buah nanas ini tidak hanya buahnya tetapi pada kulitnya juga bisa dimanfaatkan.untuk minumn yang bervitamin, begiyu juga ampas bias untuk sele jajan.
Dengan adanya sirup buah nanas ini, maka dapat disimpulkan bahwa buah nanas yang biasanya dibuang kulitnya kini bisa dibuat sebagai minuman yang sangat bervitamin dan ekonomis.
5
B. Rumusan Masalah
1. Apakah kulit nanas dapat di olah menjadi sirup kulit nanas ?
2. Bagaimana nilai ekonomis sirup kulit nanas ?
3. Bagaimana tingkat keawetan sirup kulit nanas ?
4. Bagaimana pendapat konsumen tentang minuman kulit nanas ?
5. Bagaimana kandungan karbohidrat dan vitamin dalam kulit nanas ?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui apakah kulit buah nanas dapat di olah menjadi minuman
2. Untuk mengetahui bagaimana perbandingan nilai ekonomis antara kulit nanas dan daging nanas
3. Untuk mengetahui bagaimana perbandingan tingkat keawetan antara kulit dan daging nanas
4. Untuk mengetahui bagaimana pendapat konsumen tentang kulit nanas dari buah nanas
5. Untuk mengetahui bagaimana kandungan karbohidrat dan Vitamin yang terkandung pada sirup kulit nanas.
D. Hipotesis Penelitian
1. Kulit nanas dapat diolah menjadi sirup kulit nanas .
2. Terdapat perbandingan nilai ekonomis antara kulit nanas dan daging nanas
3. Terdapat perbedaan tingkat keawetan antara kulit nanas dan daging nanas
4. Konsumen menyukai sirup kulit nanas dari kulit nanas
5. Terdapat kandungan karbohidrat dan vitamin A dan C pada sirup kulit nanas.
6
E. Manfaat Penelitian
Bagi penulis :
1. Agar dapat menpunyai wawasan tentang manfaat kulit nanas.
2. Agar lebih mengenal fungsi kegunaan kulit nanas.
3. Agar kita bisa lebih menjadikan kulit nanas sebagai sirup kulit nanas yang bisa di produksi dan di kenal masyarakat.
Bagi masyarakat :
1. Memberi informasi kepada konsumen bahwa kulit nanas dapat di gunakan sirup
2. Meningkatkan wawasan tentang buah nanas bahwa kulit nanas dapat di manfaatkan sebagai sirup
3. Memberikan informasi kepada konsumen bahwa terdapat nilai ekonomis antara kulit nanas dan daging nanas
4. Menambah wawasan bahwa buah nanas banyak di manfaatkan tidak hanya buah/daging nanas tetapi kulit dan ampas yang tidak dipakai bias di manfaatkan untuk selai dan kulit paling luar nanas bias untuk makanan ternak
7
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
KLASIFIKASI ILMIAH TANAMAN NANAS
Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan)
Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Kelas : Angiospermae (berbiji tertutup)
Ordo : Farinosae (Bromeliales)
Famili : Bromiliaceae
Genus : Ananas
Species : Ananas comosus (L) Merr.
8
2.1 Pengertian Buah Nanas
Nanas (Ananas comocus). Nanas merupakan salah satu tanaman buah yang banyak dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis. Tanaman ini mempunyai banyak manfaat terutama pada kulitnya. Industri pengolahan buah nanas di Indonesia menjadi prioritas tanaman yang dikembangkan, karena memiliki potensi ekspor. Volume ekspor terbesar untuk komoditas hortikultura berupa nanas olahan yaitu 49,32 % dari total ekspor hortikultura Indonesia tahun 2004 (Biro Pusat Statistik, 2005).
2.2 Manfaat Buah Nanas
Manfaat Buah Nanas
Manfaat buah nanas sangat beragam, diantara dari manfaat nanas tersebut adalah: Melancarkan pencernaan protein. Manfaat nanas ini dapat kita peroleh karena buah tersebut memiliki enzim bromelain dalam jumlah besar. Enzi mini bermanfaat untuk memperlancar proses pencernaan dan sebagai pelega tenggorokan. Enzim bromelain berfungsi sebagai pencerna protein yang terdapat dalam makanan hingga dapat diserap oleh tubuh
a. Membantu Pencernaan dan Mempercepat Penyembuhan
b. Memperkuat system imun dalam tubuh, memperkuat otot jantung dan memperlambat penuaan dini
c. Dapat Meningkatkan Protein Dalam Tubuh dan Mengurangi Dehidrasi
d. Dapat Mengobati Radang Tenggorokan
e. Mengobati Rasa Kembung Perut
9
2.3 Kandungan gizi yang terdapat pada kulit nanas
Buah ini banyak mengandung vitamin A dan C sebagai antioksidan. Juga mengandung kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, dekstrosa, sukrosa, dan enzim bromelain. Bromelain berkhasiat sebagai antiradang, membantu melunakkan makanan di lambung, serta menghambat pertumbuhan sel kanker.
10
BAB III
METODOLAOGI PENELITIAN
3.1. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa kulit nanas dapat dijadikan sebagai minuman sirup kulit nanas yang bervitamin dan menyehatkan,zat yang terkandung di dalam kulit nanas sehingga dapat di manfaatkan sebagai sirup yang bervitamin,dan kualitas antara sirup kulit nanas dengan sirup yang berbahan bahaya lainnya.
3.2. Sasaran Penelitian
Sasaran penelitian ini adalah limbah kulit nanas dan sebagai obyek pencoba rasa nya adalah murid – murid MTs. Diponegoro.
3.4. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Uji coba pada kulit nanas di laboratorium IPA MTs. Diponegoro
2. Uji coba kandungan kulit nanas di lakukan di Laboratorium UNMU Malang.
Tabel 3.4.1
No
Hari / tanggal
Kegiatan
1.
Rabu/30 Oktober 2012
Percobaan membuat sirup kulit nanas
2.
Kamis/31 Oktober 2012
Percobaan terhadap murid-murid MTs. Diponegoro
3.
Senin/04 November 2012 –12 Desember 2012
Penyusunan makalah penelitian
11
Tabel 3.4.2
no
Jadwal penelitian
Oktober
November
Desember
1.
Pengajuan judul

2.
Penyusunan bab I

3.
Penyusunan bab II

4.
Penyusunan bab III

5.
Penyusunan bab IV & V

3.4 Jenis Penelitian
Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang ingin mendiskripsikan bahwa kulit nanas dapat di jadikan sebagai sirup yang menyehatkan, zat yang terkandung di dalam kulit nanas sehingga dapat di manfaatkan sebagai sirup yang bervitamin,dan kualitas antara sirup kulit nanas dengan sirup yang berbahan bahaya lainnya.
3.5. Metode pengumpulan data
Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini dilakukan metode pengamatan. Metode pengamatan ini di gunakan untuk mengumpulkan data selama pelaksanaan penelitian yaitu mengetahui bahwa kulit nanas dapat dijadikan sirup yang menyehatkan, zat yang terkandung di dalam kulit nanas sehingga dapat di manfaatkan sebagai sirup yang bervitamin,dan kualitas antara sirup kulit nanas dengan sirup yang berbahan bahaya lainnya.
3.6. Prosedur pengumpulan data
Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini meliputi :
12
3.6.1 Tahap persiapan
Tahap ini adalah tahap-tahap awal sebelum pengambilan data. Pada tahap ini di rencanakan semua kegiatan yang akan menunjang kelancaran pengambilan data seperti :
3.6.1.1 Menyusun makalah penelitian dengan persetujuan guru pembimbing.
3.6.1.2 Menyusun langkah – langkah penelitian
3.6.2 Tahap pelaksanaan
Penelitian ini dilaksakan dengan dua tahap, meliputi tahap pertama yaitu pembuatan sirup kulit nanasdan tahap kedua yaitu proses pencicipan
sirup kulit nanas. Berikut ini langkah-langkah pembuatan sirup kulit nanas:
Alat dan bahan :
ALAT BAHAN
1. Pisau 1. 5 buah nanas
2. Ember 2. air
3. Naraca ohaus 3. kayu manis
4. Panci 4. gula putih
5. Gelas ukur
6. blender
Cara membuat :
13
1. Siapkan 5 buah nanas warna kuning, kemudian dikupas diambil kulitnya.
2. Setelah selesai kemudian cuci nanas tersebut lalu potong bagian kulit masih ada matanya dan daging buah nanas.
3. Lalu ditimbang masing-masing ½ kg
4. Di blender dengan air 1000 ml, hingga benar-benar halus
5. Setelah di blender kemudian dimasak hingga mendidih, sambil dimasak terus diaduk agar tidak menggumpal
6. Setelah panas gula dimasukkan sebanyak ½ kg.
7. Masukkan kayu manis, lalu tunggu hingga mendidih dan berubah warna menjadi kuning tua, serta kental dan lengket.
8. Masukkan asam benzoat
9. Masuk awal jam 12.15 sampai dengan 13.15, setelah itu didinginkan ± 10 menit. Kemudian disaring.
10. zat yang terkandung di dalam kulit nanas sehingga dapat di manfaatkan sebagai sirup yang bervitamin,dan kualitas antara sirup kulit nanas dengan sirup yang berbahan bahaya lainnya.
14
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini akan diuraikan hasl-hasil penelitian dan analisis data serta pembahasannya. Hasil-hasil penelitian yang disajikan disini adalah :
4.1. Kulit nanas dapat dijadikan sirup yang bergizi dan bervitamin
4.2. Zat yang terkandung di dalam kulit nanas sehingga dapat dijadikan sirup yang bervitamin dan ekonomis.
4.3. Kualitas antara kulit nanas buah nanas hamper sama.
A. HASIL DAN ANALISIS DATA
KOMPOSISI VITAMIN C
sampel
ulang
ml titrasi
m.sampel
Vit. C (mg/100 gr)
Hati nanas
1
2.9
10.002
25.515
2
2.8
10.016
24.601
Kulit nanas+pengawet
1
3.8
10.008
33.413
2
3.8
10.003
33.430
Kulit nanas
1
3.5
10.007
30.778
2
3.4
10.012
29.884
Jadi,pada penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan dalam data table di atas.
15
KOMPOSISI VITAMIN A
sample
ul
V1
V2
V
A
d
B(g)
karoten
Ug/100 g
SI(100 kg bahan)
Hati nanas
1
50
0.3
50
0.2
1
5.006
2.062
206.153
123.692
2
50
0.3
50
0.2
1
5.012
2.107
210.694
126.417
Kulit nanas+pengawet
1
50
0.3
50
0.2
1
5.009
2.492
249.152
149.491
2
50
0.3
50
0.2
1
5.002
2.483
248.301
148.980
Kulit nanas
1
50
0.3
50
0.2
1
5.007
2.301
230.078
138.047
2
50
0.3
50
0.2
1
5.012
2.287
228.651
137.191
Jadi,pada penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan dalam data table di atas.
KOMPOSISI GURED SEBAGAI KARBOHIDRAT
sample
ul
m.sample
abs
Gured(%)
Hati nanas
1
1.009
0.522
8.776
2
1.003
0.529
8.942
Kulit nanas+pengawet
1
1.008
0.412
7.007
2
1.012
0.411
6.964
Kulit nanas
1
1.004
0.293
5.105
2
1.006
0.289
5.030
16
Jadi,pada penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan dalam data table di atas.
No
Profesi
Umur
Jenis Kelamin
Komentar
Suka
Tdk.Suka
1.
98 orang Pelajar
13-16 Tahun
Laki-laki dan Perempuan

2.
15 seorang Guru
23-54 Tahun
Laki-laki dan Perempuan

3.
10 Masyarakat
30-35 Tahun
Perempuan

JUMLAH
123 Orang
B. PEMBAHASAN
4.1 kulit nanas dapat digunakan sebagai sirup kulit nanas dengan cara – cara yang telah diuraikan di atas. Dibuktikan dengan masih adanya vitamin C,A,dan karbohidrat.
4.2 Sirup kulit nanas lebih ekonomis dibandingkan daging buah nanas. Hal ini disebabkan karena kulitnya itu sudah menjadi limbah.
4.3 Tingkat keawetan sirup kulit nanas lebih lama. Hal ini disebabkan diminum masih enak.
4.4 Pendapat konsumen terhadap sirup kulit nanas banyak masyarakat,murid yang menyukai sirup ini. Dibuktikan sekitar 98% yang meminumnya karena rasa yang enak
4.5 Terdapat kandungan karbohidrat dan vitamin. Dibuktikan berdasarkan uji LAB UNMU Malang.
17
BAB V
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian dan pembahasan diatas mengenai pemanfaatan kulit nanas (Ananas comocus) sebagai sirup kulit nanas, maka dapat disimpulkan bahwa :
5.1.1 kulit nanas dapat dijadikan sebagai sirup kulit nanas dengan cara – cara yang telah diuraikan di atas.
5.1.2 Zat yang terkandung dalam kulit nanas vitamin A dan C sebagai antioksidan. Juga mengandung kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, dekstrosa, sukrosa, dan enzim bromelain.
5.1.3 Dengan adanya sirup buah nanas ini, maka dapat disimpulkan bahwa buah nanas yang biasanya dibuang kulitnya kini bisa dibuat sebagai minuman yang sangat bervitamin dan ekonomis.
5.2 SARAN
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh,hal yang disarankan antara lain:
5.2.1 penulis hendaknya menerapkan penggunaan sirup kulit nanas ini supaya tidak terbuang sia-sia.
5.2.2 penulis hendaknya melakukan penelitian lanjutan mengenai pembuatan sirup kulit dari bahan lainnya.
5.2.3 penulis menggunakan kulit nanas ini agar kulit nanas ini tidak terbuang percuma.
5.2.4 penulis mengharapkan supaya konsumen maupun masyarakat untuk memanfaatkan sebagai minuman yang sehat
18
DAFTAR PUSTAKA
repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/.../Daftar%20Pustaka.pdf?... - Cached
DAFTAR PUSTAKA ... Kutu putih (Hemiptera: Pseudococcidae) pada tanaman nanas .
www.slideshare.net/BagusGunawanUsyan/shampo-dari-kulit-nanas - Cached
27 Ags 2012 ... Ternyata kulit nanas maupundagingnya mengandung enzim .... yang Berbasis Teknologi TepatGuna” Page 18; 5.3 DAFTAR PUSTAKA (1) ...
19
http://bdksurabaya.kemenag.go.id/file/dokumen/KULITNANASUNTUKSIRUPYANGBERVITAMINDANEKONOMIS.pdf

Minggu, 19 Januari 2014

Peningkatan Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran Bagi Widyaiswara melalui Inservice Training di Balai Diklat

Peningkatan Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran
Bagi Widyaiswara melalui Inservice Training di Balai Diklat
Keagamaan Surabaya
tahun 2011
OLEH
Drs. Rudi Hariyono, M.Pd
ABSTRAK
Kata-kata kunci : Inservice training, Kompetensi pengelolaan pembelajaran,
Widyaiswara.
Telah dibuat laporan penelitian yang ditekankan pada Peningkatan kompetensi
pengelolaan pembelajaran bagi widyaiswara melalui inservice training di Balai Diklat
Keagamaan Surabaya.
Tujuan dalam penelitian ini untuk mencari adanya peningkatan kompetensi
pengelolaan pembelajaran bagi widyaiswara melalui inservice training di Balai Diklat
Surabaya dengan menekankan pembelajaran andragogi bagi widyaiswara.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif
diskriptif yaitu dengan mengkumpulkan data/sumber melalui hasil penilaian peserta
sebelum dan sesudah dilaksanakan inservice training setelah itu diadakan verifikasi
sumber serta triangulasi sumber, hasil pembahasan dijelakan secara diskriptif naratif.
Hasil dari penelitian didapatkan adanya peningkatan yang signifikan kompetensi
pengelolaan pembelajaran bagi widyaiswara melalui inservice training di Balai Diklat
Keagamaan Surabaya yang dilakukan kepada delapan responden.
Widyaiswara sebagai pengemban utama dalam proses pembelajaran pada diklat
dituntut selalu mengembangkan potensi dirinya baik secara substantif maupun secara
metode, inservice training sebagai salah satu model dalam memberikan pelatian jabatan
kiranya dapat dijadikan sebagai cara untuk meningkatkan kompetensi dilngkungan
instansi kediklatan lebih khusus kompetensi widyaiswara.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan dan pelatihan (diklat) yang dilakukan oleh instansi terkait dalam
kaitannya untuk meningkatkan sumber daya manusia sangat dibutuhkan apalagi
berkaitan dengan dunia pendidikan yang selalu mengalami perkembangan sejalan
dengan kemajuan budaya manusia. Departemen Agama melalui Badan Litbang dan
Diklat berusaha semaksimal mungkin meningkatkan kualitas pegawai baik melalui
beasiswa pendidikan, juga diklat-diklat dengan rotasinya diusahakan lebih
maksimal.
Disatu sisi keberadaan sumber daya manusia (SDM) khususnya tenaga
widyaiswara perlu terus ditingkatkan. oleh karena itu pemberdayaan dan
peningkatan kualitas sumber daya manusia harus lebih mendapat perhatian secara
komprehensif, terpadu dan berkesinambungan mengingat bagaimanapun majunya
ilmu pengetahuan dan tehnologi tanpa diimbangi dengan berperan aktifnya manusia
secara optimal akan mengakibatkan kemajuan tersebut menjadi salah arah dan tidak
memberi makna yang berarti bagi kehidupan ini.
Gaffar (1987) mengungkapkan bahwa usaha meningkatkan kualitas
pengajaran dapat dilakukan dengan cara; (1) pemberian kesempatan mengikuti
program inservice training atau pendidikan dan latian dalam jabatan, (2)
penyediaan program pembinaan yang teratur dan menciptakan forum akademi guru.
Pemberian inservice training merupakan salah satu jalan untuk
meningkatkan kompetensi widyaiswara dengan harapan lebih efisien dan efektif.
1.2 Identifikasi Masalah
Bertolak dari latar belakang di atas, dapat di identifikasikan masalah sebagai
berikut :
1. Bagaimana meningkatan Kualitas pendidikan.
2. Program apa saja yang dapat meningkatkan kediklatan.
3. Program apa saja yang dapat digunakan untuk peningkatkan kompetensi widyaiswara.
1.3 Batasan Masalah
Sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dicapai, maka perlu batasanbatasan
masalah dalam penelitian ini, yaitu :
1. Kompetensi : Meningkatkan mengelola pembelajaran dikelas terhadap
pelaksanaan diklat.
2. Pengelolaan Pembelajaran : pembelajaran andragogi
3. Widyaiswara : Mengampu dibidang teknis (pendidikan)
4. Insevice training : Berupa pelatihan PTK
1.4. Rumusan Masalah
Bertolak pada latar belakang masalah, dapat dirumuskan masalah penelitian
sebagai berikut :
Apakah pemberian inservice training dapat meningkatkan kompetensi pengelolaan
pembelajaran widyaiswara di balai diklat keagamaan Surabaya ?
1.5. Tujuan Penelitian.
Tujuan dalam penelitian ini adalah :
Untuk mengetahui apakah pemberian inservice training dapat meningkatkan
kompetensi pengelolaan pembelajaran widyaiswara di Balai Diklat keagamaan Surabaya.
1.5 Manfaat Penulisan
Penelitian ini dilakukan dengan harapan mendapatkan informasi dan temuan yang
lebih mendalam dan komperhensif tentunya, terutama yang berhubungan dengan
fenomena diatas. Tentu saja, temuan ini diharapkan nantinya dapat bermanfaat bagi
seluruh subjek yang berkompeten dalam memajukan kualitas pelaksanaan diklat dikelas.
Temuan penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi :
1. PUSDIKLAT dan Balai-Balai Diklat Keagamaan di seluruh Indonesia dengan
harapan mendapat solusi atau cara untuk meningkatkan kualitas peserta diklat
yang nantinya bisa dijadikan sebagai pijakan penentuan pelaksanaan diklat
kedepan.
2. Widyaiswara dengan harapan mendapat informasi baru khususnya dalam hal
pembelajaran.
3. Peserta diklat / Guru dengan harapan dapat meningkatkan kualitas SDM yang
nantinya akan menciptakan proses belajar mengajar lebih baik dan lebih
sempurna dalam membangun pribadi siswa.
BAB II
LANDASAN TEORI
Keberhasilan organisasi manapun tergantung secara langsung pada bagaimana baiknya
para anggotanya dilatih. Pegawai yang baru diangkat maupun yang sudah lama mengabdi sangat
memerlukan pendidikan dan pelatian sebagai sarana untuk menghadapi segala tuntutan pekerjaan
baik dari segi kemajuan ilmu pengetahuan, perkembangan layanan masyarakat, juga sebagai
upaya untuk menaikkan aktualisasi diri sekaligus sebagai bahan dalam proses kenaikan jenjang
kepangkatan maupun karier.
Pendidikan dan pelatihan juga memberikan motivasi kepada pegawai untuk bekerja lebih
keras. Pegawai yang memiliki liku-liku pekerjaannya mungkin memiliki semangat kerja lebih
tinggi. Ia mampu melihat hubungan yang lebih erat antara usaha dan prestasi. Lagipula,
kenyataan bahwa pimpinan cukup percaya akan kemampuan para pegawai itu untuk mengadan
investasi dalam pendidikan dan pelatihan, meyakinkan mereka bahwa mereka pegawai berharga.
Pimpinan yang efektif menyadari bahwa pendidikan dan pelatihan adalah suatu proses
yang terus menerus, dan bukan suatu kegiatan sekali tembak. Masalah baru, alat dan prosedur
baru, pengetahuan baru dan pekerjaan baru selalu menciptakan kebutuhan akan pelajaran baru
bagi pegawai.
1. Pembelajaran
Belajar adalah kegiatan untuk mendapat pengalaman, baik dengan bimbingan atau
dengan usaha sendiri. Widyaiswara berusaha membantu agar peserta diklat lebih terarah,
cepat, lancar, dan berhasil baik. Atau istilah lain dengan pembelajarkan akan dapat
pengetahuan baru. Pembelajaran agar berhasil perlu dilaksanakan sistematis, secara bulat
dengan mempertimbangkan segala aspek.
Sebelum mengenal pembelajaran secara khusus perlu mengenal pembelajaran
secara umum. Pembelajaran di dalam pelatihan yang dilakukan oleh widyaiswara
selalu menggunakan pendekatan andragogi yaitu yaitu pembelajaran yang
diperuntukkan kepada orang dewasa dengan model fasilitator lebih dominan dibanding
paedagogi. Untuk diketahui pengertian model secara umum dalam kehidupan sehari –
hari merupakan suatu pola yang di contoh, baik dalam bentuk fisik suatu hasil kerja
atau suatu pola tertentu menghasilkan perilaku belajar yang baik. Model pembelajaran
merupakan penyederhanaan dari hubungan berbagai komponen yang ada dalam proses
belajar mengajar di dalam kelas. Komponen – komponen pembelajaran meliputi :
metode belajar, sarana dan prasarana, guru, siswa, kurikulum, alat evaluasi, dan
sebagainya. Menurut Zamroni, (1988:79), mengatakan model merupakan inti dari teori
dalam bentuk sederhana , sehingga mudah dibaca dan dipahami. Sedangkan menurut
Winardi (1986:53-55), mengatakan ada tiga cara untuk menyatakan model, yaitu : (1)
secara verbal menerangkan dengan kata – kata, (2) secara grafis yaitu menerangkan
dengan menyajikan diagram, dan (3) secara matematis pada ilmu pasti.
Ada beberapa model pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses
belajar mengajar yaitu :
a. Prinsip Bimbingan
Bimbingan dapat diartikan suatu proses bantuan atau tuntutan terhadap individu
melalui usahanya sendiri untuk menemukan dan mengembangkan kemampuannya
agar memperoleh kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial. Layanan pengajaran
merupakan bantuan kepada siswa dalam mengatasi kesulitan – kesulitan dalam
kegiatan pengajaran sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuannya secara
optimal.
b.Prinsip Pengayaan
Pengayaan dalam pembelajaran dimaksudkan dengan adanya pengayaan pada
kurikulum diklat dengan pengembangan-pengembangan yang berorentasi kepada
keberhasilan pelaksanaan diklat secara maksimal baik dari segi konten atau isi maupun
dari segi
aktualisasi. Kemampuan peserta diklat dapat ditingkatkan melalui pengembangan
kurikulum yang ada sehingga menambah pengetahuan peserta semakin luas dan
mendetail. Pengayaan kurikulum dilakukan melalui tiga pendekatan yaitu :
berorientasi pada proses, berorientasi pada konten, materi yang harus dipelajari, dan
berorientasi pada produk atau hasil.
2. Teori-teori Tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia
a. Teori Perubahan Organisasi
Penggunaan teori ini didasarkan pada pemikiran bahwa lembaga diklat sebagai
organisasi, setiap organisasi menurut Stoner dkk (1996:104) perlu membuat perubahan
baik yang bersifat struktural maupun aplikatif sebagai reaksi terhadap perubahan dalam
lingkungan baik dalam bentuk tindakan secara langsung maupun secara tidak langsung.
Kotter dan Schlesinger dalam Stoner (1992:2) mengatakan banyak perusahaan atau
deviasi perusahaan yang besar berpendapat, bahwa mereka paling tidak harus setahun
sekali mengadakan perubahan kecil dalam organisasi dan mengagendakan perubahan
besar setiap empat atau lima tahun sekali. Mengadakan perubahan efektif atau
pengembangan semacam itu bukan saja semacam keharusan demi kelangsungan hidup
organisasi, akan tetapi juga merupakan tantangan (change).
Teori perubahan organisasi dilatarbelakangi oleh konsep bahwa organisasi
tergantung pada dan harus berinteraksi dengan lingkungan luar demi kelangsungan
hidupnya. Tiap faktor lingkungan luar yang mencapuri kemampuan organisasi untuk
menarik sumber-sumber daya manusia dan sumber daya lain yang dimiliki oleh
organisasi, yang dibutuhkan sebagai kekuatan untuk membuat sebuah perubahan (a force
to change). Tiap faktor didalam lingkungan internal organisasi merupakan sebuah
kekuatan dalam menciptakan sebuah perubahan,disamping faktor itu juga didukungoleh
change agent yang mumpuni. Jadi menurut teori perubahan seperti dikemukakan oleh
Stoner (1992:2-3) paling tidak ada tiga kekuatan eksternal (external forces), kekuatan
internal (internal forces), dan pemimpin atau manager (change agent)
2. Teori Hirarki Kebutuhan
Teori motiavasi dalam hubungannya dengan pengembangan kualitas
sumber daya manusia yang sekarang banyak dianut orang adalah teori kebutuhan. Teori
ini beranggapan bahwa tindakan yang dilakukan oleh manusia dalam upaya
pengembangkan diri pada hakekatnya adalah untuk memenuhi kebutuhankebutuhannya,
baik kebutuhan fisik maupun kebutuhan psikis. Oleh karena itu, menurut
teori ini, seorang pendidik akan memiliki semangat untuk dapat mengembangkan
dirinya ketika keinginan itu dilatarbelakangi oleh kebutuhan yang harus mereka penuhi,
baik kebutuhan yang bersifat fisik maupun psikis.
Seorang pakar psikologi, Abraham Maslow, dalam Ngalim Purwanto,
mengemukakan adanya lima tingkatan kebutuhan pokok manusia (Ngalim,1999:77).
Kelima tingkatan kebutuhan pokok manusia inilah yang kemudian dijadikan pengertian
kunci dalam mempelajari motivasi yang tumbuh dari diri pribadi manusiauntuk selalu
mengembangkan dirinya. Adapun kelima tingkatan kebutuhan pokok yang dimaksud
adalah :
1. Kebutuhan fisiologi; kebutuhan ini merupakan kebutuhan dasar yang bersifat
primer dan vital, yang menyangkut fungsi-fungsi biologis dasar dari organisme
manusia seperti kebutuhan akan pangan, sandang dan papan, kesehatan fisik,
kebutuhan seks dan lain sebagainya.
2. Kebutuhan rasa aman dan perlindungan (security and safety); seperti terjamin
keamanannya, terlindungi dari bahaya dan ancaman.
3. Kebutuhan sosial (social needs) yang meliputi antara lain kebutuhan akan dicintai,
diperhitungkan sebagai pribadi, diakui sebagai anggota kelompok, rasa setia
kawan, kerjasama.
4. Kebutuhan akan penghargaan (esteem needs); termasuk kebutuhan dihargai karena
prestasi, kemampuan, kedudukan atau status, pangkat dan sebagainya.
5. Kebutuhan akan aktualisasi diri (self actualization) seperti antara lain kebutuhan
mempertinggi potensi-potensi yang dimiliki, pengembangan diri secara maksimal,
kreatifitas dan ekspresi diri.
3. Pentingnya Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia
Kesadaran akan pentingnya pengembangan sumber daya manusia di mulai pada
tahun 1930 di Amerika Serikat. Kegiatan ini diakui sebagai salah satu fungsi profesional
pada tahun 1990-an dengan istilah Training Function, sebagai bagian dari fungsi personalia
(Nadler,1984). Hal ini dilatar belakangi adanya kesadaran manusia tentang keseimbangan
antara kemajuan dalam pengetahuan dan tehnologi dibanding dengan kemampuan manusia,
khususnya para pekerja. Upaya peningkatan kemampuan manusia ini dikenal dengan istilah
pengembangan sumber daya manusia.
Tiap lembaga atau organisasi memiliki program pengembangan sumber daya
manusia, baikn swasta maupun pemerintah. Di negara kita hampir semua Departemen
memiliki lembaga pengembangan sumber daya manusia yang dikenal dengan sebutan
“Lembaga Pendidikan dan Pelatihan” . program pengembangan sumber daya manusia
dikenal dengan beberapa istilah, yakni latihan (training), pendidikan tenaga kerja (employee
education) dan lain-lain (Nadler, 1984)
Dari beberapa istilah tersebut dapat disimpulkan Nadler membedakan
pengembangan sumber daya manusia menjadi tiga istilah, yakni latihan, pendidikan dan
pengembangan. Latian digunakan apbila yang dipelajari berkaitan erat dengan pekerjaan
yang ada sekarang, tujuan pelatihan adalah peningkatan kinerja sehubungan dengan
pekerjaan yang ada pada saat sekarang (Nadler,1982). Jadi pada prinsipnya bentuk kegiatan
pengembangan sumber daya manusia adalah belajar, seperti apa yang dikemukakan oleh
Nadler bahwa kegiatan utama dalam pengembangan sumber daya manusia adalah
belajar.dalam hal ini perencanaan program memiliki kedudukan yang sangat penting agar
kegiatan belajar dapat diukur tingkat keberhasilannya.
Menurut Nadler, pengembangan sumber daya manusia adalah kegiatan-kegiatan
belajar yang diadakan dalan jangka waktu tertentu guna memperbesar kemungkinankemungkinan
untuk meningkatkan kinerja.
Training dalam arti luas mempunyai tujuan untuk membantu pekerja dalam :
1. Mempelajari dan mendapatkan kecakapan-kacakapan baru.
2. Mempertahankan dan meningkatkan kecakapan-kecakapan yang dikuasai.
3. mendorong pekerja agar mau belajar dan berkembang.
4. Mempratekkan di tempat kerja hal-hal yang sudah dipelajari dan diperoleh dalam
training.
5. Mengembangkan pribadi pekerja
6. Mengembangkan efektivitas lembaga.
7. Memberi motivasi kepada pekerja untuk terus belajar dan berkembang.
Sedangkan The United State navy Education and Training mengemukakan model
pengembangan pembelajaran yang disebut pengembangan kemahiran pembelajaran
(instructional skill development). Ada lima langkah dalam model ini, yaitu : tahapan analisis,
tahapan perancangan, tahapan pengembangan, tahapan penerapan, dan tahapan pengawasan
atau pengendalian. Dengan demikian yang seharusnya tampak dalam pengembangan sumber
daya manusia adalah kegiatan belajar. Belajar yang dimaksud adalah belajar yang sifatnya
insidental tak termasuk dalam kegiatan program pengembangan sumber daya manusia.
Lima karateristik pengembangan sumber daya manusia yakni; (1) organisasi
pengalaman belajar, (2) memiliki periode tertentu, (3) ada kesempatan untuk bertindak, (4)
pengembangan kinerja, dan (5) pertumbuhan. Oleh karena itu organisasi pengalaman belajar
sebagai wadah kegiatan belajar sangat diperlukan keberadaannya.
4. Model Pendekatan Pelatihan
Menurut Wallance (1991), menulis tentang 3 buah pendekatan guru, yaitu Craft
Model, Applied Science, dan The Eksperimential (Reflective) model.
1. Craft model
Menurut Wallace (!991:6) craft model adalah the trainess imitate the expert’s
tehniques and follow his instructions and advice (peserta pelatihan menyimak secara
seksama tehnik-tehnik dari para ahli atau trainer dan mengikuti petunjuk dan saransaran).
Contoh seorang tukang kayu mendemostrasikan keahliannya membuat meja.
Keuntungan model ini ialah perolehan keahlian dapat dikembangkan dan menjadi
pengalaman yang bermanfaat. Selain itu, tidak terlalu sulit bagi peserta pelatihan untuk
mengikuti cara dan pola mengajar pelatih dan dia akan menjadi peserta pelatihan yang
lebih mampu menerapkan model dan tehnik atau cara mengajar tertentu. Adapun
kerugian dari model ini, pelatihan hanya bersifat menstranfer pengalaman dan tehik
mengajar pelatih dan tidak memikirkan bahwa etiap orang memiliki potensi yang berbeda
terutama dalam hubungannya dengan kelebihan dan keterbatasan masing-masing individu
dan lembaga pendidikan dimana mereka mengajar.
2. Applied Science Model (Model Penerapan Ilmu Pengetahuan)
Model ini mengharapkan peserta pelatihan mempelajari penemuan ilmiah
berdasarkan hasil penelitihan dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan,
linguistik terapan, psikologi, metodologi dan teori untuk diterapkan di dalam kelas. Hal
ini dilakukan ketika dosen di perguruan tinggi atau diuniversitas mengajarkan teori, baik
dalam Pre-Service Training (PRESENT) atau In service Training (INSET). Model ini
mengharapkan peserta pelatihan menerapkan penemuan ilmiah dalam mengajar. Kalau
peserta pelatihan ini gagal dalam mempratekkan ilmu pengetahuan ilmiah yang mereka
peroleh, hal ini disebabkan karena mereka tidak betul-betul memanfaatkan hasil
penemuan itu.
Keuntungan model ini adalah peserta pelatihan dapat memahami penemuan serta
dapat menerapkan dalam proses belajar mengajar sehingga sangat bermanfaat dalam
kelas. Kerugiannya adalah model ini tidak memikirkan ilmu pengetahuan dan
pengalaman yang dimiliki peserta pelatihan sebagai modal awal.
3. The Exsperiental (Reflective) Model (Model Belajar dari Pengalaman)
Ada beberapa ahli pendidikan yang telah mengembangkan model ini seperti
Schon (1983), Kolb (1984), Walla (1991), dan Ur (1996). Mereka mempunyai ide yang
sama tentang model ini tetapi masing-masing mempunyai pendekatan yang khusus.
Namun demikian, ide dasar belajar berdasarkan pengalaman adalah mendorong peserta
pelatihan untuk merefleksikan atau melihat kembali pengalaman-pengalaman mereka
untuk memperbaiki mengajarnya.
5. Pengertian Pelatihan
Pelatihan merupakan salah satu cara yang paling praktis dalam menyebarkan atau
mendesiminasikan informasi tentang sebuah perubahan. Perubahan tersebut dalam upaya
untuk memperbaiki kecakapan individu dalam melaksanakan tugas dan kehidupan seperti
yang dikemukakan oleh Marzuki (1997:43), yaitu: (1) rotasi tugas (job rotation), (2)
proyek terbimbing (supervised project work), (3) tugas baca (described reading), dan (4)
praktek kerja.
Pelatihan menurut Mangkunegara (2005:44), adalah suatu proses pendidikan jangka
pendek yang yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir dimana pegawai
nonmanjerial mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis dalam tujuan terbatas.
Guna meningkatkan efektifitas dan pencapaian tujuan dari pelatihan mak diperlukan
Manajemen Pelatihan. Menurut Mujiman, (2009:V) :
Manajemen pelatihan adalah pengolahan program pelatihan, yang menyangkut
pengidentifikasian kebutuhan pelatihan, perencanaan desain pelatihan, penetapan metode
pelatihan, penyusunan bahan pelatihan, pelaksanaan pelatihan, evaluasi pelatihan, dan
penetapan tindak lanjut pelatihan
Pengertian pelatihan dalam hubungannya dengan dunia pendidikan adalah usaha
yang dilakukan oleh sekolah atau madrasah untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan
tenaga kependidikan yang ada dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan
berkembang di masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang
dilaksanakan di lembaga pendidikan mereka masing-masing.
Kegiatan pelatihan tidak harus diartikan secara sempit dalam bentuk-bentuk
kegiatan yang berupa penataran-penataran, lokakarya, remiloka, namun pelatihan dapat
diartikan secara luas. Pelatihan merupakan salah satu tipe program pembelajaran yang
menitikberatkan kepada perbaikan kecakapan individu dalam menjalankan tugastugasnya
pada saat ini dalam suatu organisasi. Pelatihan adalah suatu proses belajar
mengajar dengan menggunakan teknik dan metode tertentu, guna meningkatkan
keterampilan dan kemampuan bekerja seseorang.
Pelatihan sering disamakan dengan pendidikan (education). Namun sebenarnya
pendidikan dan pelatihan berbeda, pendidikan berhubungan dengan pengetahuan
tentang bagaimana (how) dan mengapa (why) serta berhubungan dengan teori
pekerjaan, sedangkan pelatihan lebih bersifat praktis. Menurut Mitchell (1982:
34), pelatihan merupakan suatu upaya organisasi untuk mengubah sikap dan
perilaku dari anggotanya melalui proses dengan tujuan untuk meningkatkan
efektifitas.
Sejalan dengan itu, pelatihan adalah bagian dari pendidikan yang
memungkinkan proses belajar untuk meningkatkan keterampilan diluar sistem
pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat dan dengan metode
yang lebih mengutamakan praktek daripada teori. Admodiwiryo menjelaskan
(1993:70), penataran dan pelatihan merupakan bagian yang tidak dapat
terpisahkan dari suatu sistem yaitu mengembangkan sumber daya manusia.
6. Tujuan Pelatihan
Tujuan dari pelaksanaan pelatihan dalam sebuah bentuk atau model tertentu
tergantung kepada tema dan bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan. Tetapi secara
umum dapat digolongkan antara lain pelatihan dalam dunia pendidikan adalah untuk
membantu guru memperbaiki kualitas mengajar dalam rangka meningkatkan karir
profesionalismenya dengan mendorong mereka untuk selalu bekerjasama antara
mereka sendiri. Richard, Plati dan Platt (1992:227) mengatakan: “bahwa pelatihan
diberikan kepada guru yang telah mempunyai pengalaman mengajar dan merupakan
bagian dari kelangsungan pengembangan profesionalisme mereka.”
Adapun tujuan pelatihan secara khusus adalah : (1) agar peserta mengerti dan
memahami perbedaan jenis-jenis inovasi program pendidikan; bentuk, isi dan
pendekatan serta prinsip-prinsipnya, (2) mampu menggunakan inovasi program
pendidikan sebagai dasar dalam meningkatkan kegiatan belajar-mengajar di dalam
kelas serta dapat menginterpretasikannya dalam proses belajar-mengajar yang mereka
laksanakan sehingga tujuan pendidikan dapat terlaksana secara baik dan maksimal
sesuai dengan tujuan lembaga dan pendidikan nasional.
7. Prinsip-prisip Pelatihan
Pelatihan dilihat sebagai cara yang paling bermakna bagi pelatih dan peserta
pelatihan (training, trainer and trainess). Prinsip ini biasanya berkaitan dengan isi
program, metode dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi pelatihan. Menurut Nunan
(1989 : 145), bahwa dalam pelatihan gurulah subjek yang mencari petunjuk bagaimana
mereka mencari solusi terhadap permasalahan yang mereka hadapi dalam menjalankan
tugas mereka sebagai pengajar di dalam kelas. Dalam banyak kasus, latarbelakang
dilaksanakannya pelatihan adalah untuk memperkenalkan inovasi baru yang dilakukan
oleh lembaga pendidikan terkait yang perhatian terhadap masalah pendidikan. Dalam
hubungannya dengan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan,
yaitu kesesuaian antara program yang ditawarkan dengan keinginan peserta pelatihan,
dan program pelatihan harus cocok dengan prinsip-prinsip pelatihan dan bagaimana cara
guru memecahkan permasalahan yang mereka hadapi tersebut. Sehingga pada dasarnya
prinsip yang paling mendasar dari pelatihan adalah harus berdasarkan kepada perspektif
atau kebutuhan. Oleh karena itulah, dalam kegiatan ini guru dianggap sebagai orang yang
tepat untuk mengidentifikasikan kebutuhan sekolah yang kemudian ditangani dalam
kegiatan pelatihan ini agar dapat memecahkan masalah.
8. Unsur-Unsur Pelatihan
Model pelatihan adalah suatu abstraksi yang mentipekan suatu system nyata yang
menjadi bagian dari kelas tertentu dan menurut konsep-konsep yang mencerminkan
elemen-elemen dari situasi-situasi nyata yang ditata dalam suatu system logika.
Selanjutnya model harus konsisten, dapat digeneralisasikan ke tingkat dan fase
lainnya dalam suatu desain sistem dan ditata secara berurutan menjadi satu kesatuan
yang berarti. Bangunan model adalah suatu pendekatan dibidang keputusan
administrative yang memungkinkan atau memerlukan perencanaan untuk menghadapi
bagian-bagian penting dalam struktur. Hagrabi (1984:54) memberikan pengertian
model adalah reproduksi dari fenomena-fenomena tertentu dari suatu analografik
ataupun representasi realita dari simbol lainnya.
Perlu ditekankan bahwa pelatihan adalah suatu proses dan sistem yang
ditentukan oleh banyak komponen-komponen yang saling menunjang. Komponenkomponen
dalam pelatihan menurut Marzuki (1997:87) meliputi :
penilaian, kebutuhan, penetapan kebutuhan, perencanaan program pelatihan serta
pelaksanaan dan evaluasi pelatihan. Unsur manusia sangat menentukan keberhasilan
dalam pelatihan termasuk didalamnya kemampuan pelatih trainer dalam
menyampaikan materi, menguasai strategi, keterampilan dalam menggunakan media.
Peserta pelatihan perlu dipertimbangkan pula karakteristiknya, seperti usia,
jenis kelamin, latarbelakang pendidikan, budaya, minat dan kebutuhan belajarnya,
lingkungan dan pelatihan itu dilaksanakan. Faktor waktu dan peralatan perlu
dipertimbangkan efesiensi biasanya diukur dengan membandingkan keefektifan
dengan sumber belajar, waktu dan biaya yang terpakai. Dalam memilih metode
pelatihan menurut Marzuki (1997:63), perlu mempertimbangkan: (1) faktor usia, (2)
tujuan, (3) bidang pelajaran, (4) waktu dan peralatan, serta (5) prinsip-prinsip belajar.
Trainer adalah orang yang membantu peserta training untuk menambah
pengetahuan, mengubah perilaku menjadi lebih produktif, dan meningkatkan
kecakapan serta keterampilan mereka melalui kegiatan training. Trainer bisa dari luar
atau dari dalam lembaga. Dari luar, trainer dapat berasal dari lembaga pelatihan, atau
trainer dari lembaga lain. Jika dari dalam pada umumnya berasal dari Departemen
Pengembangan Sumber Daya Manusia (Human Resources Management
Departement). Adapun tugas-tugas trainer adalah :
1. Mengumpulkan dan mendiagnosa data tentang kebutuhan training peserta serta
menganalisis dan menyimpulkan data tersebut untuk menentukan training yang
diperlukan.
2. Merancang dan mengembangkan program training yang sesuai.
3. Menyusun rancangan penyampaian training yang meliputi metode, strategi dan
tekniknya.
4. Melaksanakan training, baik sendiri maupun di dalam tim.
5. Mengevaluasi training yang sudah dilaksanakan.
6. Mengadministrasikan training yang sudah dilaksanakan, program materi.
7. Sistem evaluasi peserta dan pembiayaannya.
8. Menyusun rencana follow up dan pelaksanaanya.
Tujuan pelatihan berkaitan erat dengan bahan atau pengalaman belajar yang akan
dicapai, perubahan perilaku peserta setelah mengikuti pelatihan dan sikap apa yang ingin
dicapai. Sedangkan bidang pelajaran seperti pelajaran khusus dan bidang untuk disiplin,
motivasi, minat, keterlibatan peserta, pendekatan individu, sistematika pengujian, adanya
umpan balik sangat menentukan keberhasilan belajar, maka perlu diperhatikan dalam
menentukan metode pelatihan.
Oleh karena itu, sebelum pelatihan dilaksanakan harus dirancang terlebih dahulu
metode pelatihannya. Jelasnya model disini adalah gambaran secara menyeluruh tentang
langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan sebelum, pada saat dan sesudah pelatihan
agar dapat mencapai tujuan sebaik mungkin. Model dapat dipilih dan dibuat sesuai dengan
tujuan pelatihan. Model dapat mempermudah manajer pelatihan, ketertiban dan administrator
serta peserta didik mengikuti keseluruhan proses, disamping memudahkan proses evaluasi
hasil pelatihan. Sehingga jelaslah seorang pemimpin pelatihan harus memakai model agar
nantinya dapat menyiapkan dan melaksanakan pelatihan dengan sebaik-baiknya.
9. Kompetensi Widyaiswara
Tugas dan wewenang widyaiswara sesuai dengan Keputusan Menteri PAN
bernomor PER/66/M.PAN/6/2005, menurut Bab III pasal 6 tugas seorang widyaiswara
Penganalisisan kebutuhan Diklat, penyusunan kebutuhan Diklat, Penyusunan bahan Diklat,
pelaksanaan Diklatatau mengajar dan melatih, pengelolaan program Diklat diinstansinya,
serta memberikan bimbingan dan konsultasi (Lintang,2007:101).
Pelaksanaan Diklat memang dituntut profesional sehingga harapan untuk
menjadikan diklat sebagai kebutuhan dalam mengembangakan sumber daya manusia (SDM)
ditiap-tiap lembaga atau instansi bisa tercapai. Pengelolaan diklat yang profesional tidak saja
melibatkan panitia dalam diklat tersebut tetapi kompetensi widyaiswara juga perlu
dikembangkan.
Ada empat kompetensi widyaiswara yang harus dikembangkan yaitu :
1. Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran : merupakan kompetensi yang harus dikuasai
widyaiswara dalam memberikan pembelajaran dikelas. Penggunaan metode andragogi
(pembelajaran orang dewasa) menjadi sangat penting karena peserta diklat adalah
tenaga yang sudah memiliki profesi pada pekerjaannya, dengan metode ini akan bisa
menjadikan diklat berjalan dengan baik.
2. Kompetensi Kepribadian : merupakan kompetensi yang lebih mengarah kepada
tingkah laku serta bagaimana cara widyaiswara dapat melayani peserta secara prima
baik dari segi sikap, tingkah laku, berbicara, berpakaian dll.
3. Kompetensi Sosial : merupakan kompetensi dalam kaitannya hidup ditengah-tengah
lingkungan instansi maupun dalam masyarakat diharapkan widyaiswara menjadi
teladan bagi linkungannya.
4. Kompetensi Substantif : merupakan komptensi yang wajib dimiliki widyaiswara
untuk mengembangkan sikap profesionalnya khususnya dalam bidang akademik
sehingga ilmu pengetahuan yang selalu berkembang akan selalu bisa diberikan
kepada peserta diklat, bahkan diharapkan widyaiswara jangan sampai terlambat
menyerap ilmu pengetahuan dibanding dengan peserta diklat.
BAB III
PROSEDUR PENELITIAN
A. Metode Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh inservice training dapat
meningkatkan kompetensi pengelolaan kelas widyaiswara di Balai diklat Surabaya.
Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif diskriptif dengan membandingkan
hasil penilaian peserta diklat kepada widyaiswara sebelum dan sesudah diberi inservice
training serta ditrianggulasi dengan hasil wawancara.
Penggunaan penelitian kualitatif karena hasil dari penarikan pembahasan dengan
memberikan paparan data dari pengolahan data ditrianggulasikan dengan hasil
wawancara.
B. Tempat Penelitian
Tempat pelaksanaan penelitian adalah di Balai Diklat Keagamaan Surabaya Jl.
Ketintang Madya 92 Surabaya.
C. Instrumen Penelitian
Dokumen hasil penilaian peserta diklat terhadap widyaiswara sebelum dan sesudah
pelaksanaan inservice training.
Hasil wawancara kepada widyaiswara.
D. Sumber data
Data yang diperlukan adalah berupa data primer dan data sekunder. Data primer
diperoleh dari sumber utama secara langsung melalui wawancara, observasi dan
kuesioner. Sedangkan data skunder diperoleh dari informasi yang berkaitan obyek
penelitian baik secara langsung maupun tidak langsung berupa laporan, dokumen
atau catatan-catatan penting lainnya.
Data-data tersebut diperoleh dari :
1. Informan : yaitu pihak yang memiliki kapasitas dan kompetensi memberikan
keterangan tentang suatu kondisi terkait seperti pejabat, pimpinan maupun
pegawai.
2. Responden yaitu pihak yang ada keterlibatan langsung dengan objek penelitian
seperti peserta diklat maupun pegawai.
E. Tehnik Pengumpulan Data
Penelitian ini melalui pengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan
melalui :
1. Wawancara : peneliti mengadakan wawancara langsun ngan ihak-pihak yan
berkompeten.
2. Pengamatan / Observasi : peneliti mengadakan pengamatan langsung terhadap
obyek masalah yang berkenaan dengan pelaksanaan inservice training yang
diadakan oleh Balai Diklat Keagamaan Surabaya.
F. Tehnik Analisis Data
Menurut Model Miles and Huberman penelitian kualitatif dilakukan secara
interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas. Data yang telah
dikumpulkan kemudian dirangkum dengan memfokuskan pada ha-hal penting sehingga
data akan memberikan gambaran atau kesimpulan yang lebih jelas.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Dalam bab ini akan diuraikan mengenai hasil-hasil penelitian tentang
pelaksanaan Inservice Training dapat meningkatkan kompetensi pengelolaan
pembelajaran bagi widyaiswara. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif
dengan mengabungkan hasil dari data yang ditriangulasikan dengan hasil wawancara.
Data yang diolah berupa hasil penilaian peserta meliputi enam komponen dari
sebelas komponen penilaian terhadap penilaian widyaiswara.
Data hasil penilaian peserta terhadap widyaiswara Sebelum dilaksanakan Inservice
Training
No Jenis Penilaian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 jml
1 Sistimatika
penyajian
80 75 80 76 80 75 75 75 80 80
2 Kemampuan
menyajikan
75 78 78 80 84 75 80 75 80 75
3 Penggunaan
metode&sarana
80 80 75 75 80 80 76 82 76 80
4 Sikap dan
prilaku
75 80 80 75 78 80 75 80 80 76
5 Cara menjawab
pertanyaan
80 80 76 80 78 75 75 75 78 78
6 Penggunaan
bahasa
75 80 78 75 78 78 80 82 80 80
Data hasil penilaian peserta terhadap widyaiswara setelah dilaksanakan Inservice
Training
No Jenis Penilaian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Sistimatika
penyajian
80 80 80 80 80 80 80 85 80 80
2 Kemampuan
menyajikan
80 85 80 85 85 85 80 80 80 75
3 Penggunaan
metode&sarana
80 80 82 80 80 80 85 82 80 80
4 Sikap dan
prilaku
85 80 80 85 80 80 80 80 80 82
5 Cara menjawab
pertanyaan
80 80 78 80 78 80 80 75 80 80
6 Penggunaan
bahasa
80 80 85 78 78 80 80 82 80 82
Setelah melihat tabel data diatas sebelum dan sesudah dilaksanakannya inservice
training terlihat perbedaan yang signifikan dari jumlah keduanya
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sesuai dengan rumusan masalah diatas dan hasil kajian yang didapat maka dapat
disimpulkan sebagai berikut :
Inservice Training dapat meningkatkan kompetensi pengelolaan pembelajaran
widyaiswara di Balai Diklat Keagamaan Surabaya.
B. Saran-Saran
Saran- saran yang perlu dilakukan sebagai berikut :
1. Adanya pelaksanaan inservice training perlu dilaksanakan secara terprogram pada
Balai-balai Diklat Keagamaan se-Indonesia.
2. Pemberian penghargaan kepada peserta diklat yang dianggap terbaik.
3. Adanya evaluasi terus-menerus dan terprogram khususnya bagi widyaiswara dalam
meningkatkan kompetensinya.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, H.M. 2003. Hubungan Timbal Balik Agama di Lingkungan Sekolah dan Keluarga. Bulan
Bintang, Jakarta.
Gaffar, Affan. 2001. Politik Indonesia Transisi Demokrasi Menuju Demokrasi. Pustaka Pelajar,
Yogyakarta.
Gunawan, H. Andi. 1986. Kebijakan-Kebijakan Pendidikan di Indonesia. Bumi Aksara, Edisi
Revisi Cetakan Ke Lima, Jakarta.
Haris, Mujiman, 2009. Manajemen Pelatihan Berbasis Belajar Mandiri. Pustaka Pelajar Offset.
Yogyakarta.
Joni, T. Raka, 1979. Pembentukan Tenaga Profesional Tenaga Kependidikan. Majalah
Dekdikbud, II.
Nasution, S. 1988. Usaha-Usaha Perbaikan Dalam Bidang Pendidikan, Ghalia Indonesia,
Jakarta.
Nazir, Moh. 1988. Metoda Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta.
Mangkunegara, Anwar Prabu, 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Remaja
Rosda Karya, Bandung,
Surakhmad, Winarno, 1990. Pengantar Penelitain Ilmiah, dasar metoda dan teknik. Tarsito,
Bandung
http://bdksurabaya.kemenag.go.id/file/dokumen/InsentiveTrainingx.pdf

ANALISIS KESULITAN PENGGUNAAN MENU PROGRAM PADA SCIENTIFIC CALCULATOR FX 4500 PA

ANALISIS KESULITAN PENGGUNAAN MENU PROGRAM
PADA SCIENTIFIC CALCULATOR FX 4500 PA
TERHADAP PENENTUAN AWAL WAKTU SHALAT
( PENDALAMAN MATERI PADA PELATIHAN DIKLAT HISAB RUKYAT)
KARYA TULIS ILMIAH
Disampaikan pada :
WEBSITE BALAI DIKLAT KEAGAMAAN SURABAYA
Oleh :
Drs. JAROT ISWANTO
NIP 196401231990031005
KEMENTERIAN AGAMA
BALAI DIKLAT KEAGAMAAN SURABAYA
TAHUN 2012
ABSTRAKSI
Dalam kenyataannya masih banyak dijumpai hambatan yang dialami oleh
peserta diklat Hisab Rukyat, khususnya dalam melakukan perhitungan awal
waktu shalat. Alat hitung kalkulator yang dimiliki belum digunakan secara
maksimal, hanya sebatas untuk perhitungan dasar yaitu penjumlahan,
pengurangan, perkalian dan pembagian.
Pengusaanketrampilandalammengoperasikankalkulator sangat diperlukan
dalam membantu perhitungan awal waktu shalat. Dalam Scientific Calculator
Casio fx 4500 PA banyak dijumpai tombol yang memiliki fungsi yang berbedabeda,
termasuk di dalamnya perintah pada tombol yang memeiliki warna yang
berbeda-beda, yaitu warna coklat, hijau dan merah. Untuk pemanggilan program
disesuaiakn dengan warna yang ada di dalam tombol kalkulator.
Pada scientific calculator sudah dilengkapi dengan program yang dapat
diisi dengan menu-menu tertentu, seperti : perhitungan penentuan arah kiblat,
perhitungan awal waktu shalat, konversi kalender dari Hijriyah ke Miladiyah
atau sebaliknya, bahkan pada kalkulator jenis ini dapat digunakan untuk
menentukan bayang-bayang matahari menuju arah Kiblat
Kata kunci : Scientific Calculator, menu program, tombol/keypad calkulator,
waktu shalat
iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .........................…………………………….......…..... ii
DAFTAR ISI ………..............………………………………………………... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG............................................................... 1
B. IDENTIFIKASI MASALAH.. .................................................. 2
C. PERUMUSAN MASALAH ..................................................... 2
D. ANALISIS PENYEBAB MASALAH ..................................... 2
E. ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH ........................... 3
F. TUJUAN .................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
A. Program Aplikasi WaktuShalat …………………….............. 4
1. Pengenalan Rumus WaktuShalat ………………............. 4
2. Penjelasan Istilah-istilah WaktuShalat…………….......... 5
3. PemrogramanWaktuShalat dengan Kalkulator
Scientific fx 4500 PA ….................…………………......... 6
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN ..............……………….…..... 19
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………….................... 20
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam pelaksanaa ibadah shalat, setiap muslim harus mengetahui
waktunya dengan tepat.Shalat adalah fardhu yang ditentukan waktunya
atas orang-orang yang beriman, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an
Surat An Nisa’ ayat 103 :









Artinya : Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah
Allah diwaktu berdiri, diwaktu duduk dan diwaktu berbaring.
Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah
shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah
fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang
beriman . (QS : 4:103)
Waktu shalat dikatakan sudah masuk biasanya ditandai dengan
berkumandangnya adzan. Di samping itu waktu shalat dapat dilihat dari
jadwal shalat yang sudah dicetak, bahkan dalam era sekarang ini sudah
banyak tersedia software jadwal waktu shalat, baik yang di komputer
maupun di telpon genggam.
Pada Diklat Hisab Rukyat yang kebanyakan pesertanya adalah para
penghulu, diharapkan mampu melakukan perhitungan mengenai awal
waktu shalat. Untuk melakukan perhitungan dengan cepat dan akurat,
dibantu dengan alat hitung kalkulator. Tidak semua jenis kalkulator dapat
digunakan untuk menyelesaikan perhitungan, tetapi hanya yang tipe
Scientific Calculator saja yang dapat digunakan.
2
Untuk memudahkan perhitungan awal waktu shalat, peserta diklat
diharapkan mampu melakukan pemrograman dengan kalkulator. Untuk
dapat memasukkan rumus perhitungan awal waktu shalat, maka harus
dipilih jenis kalkulator yang tepat. Salah satu jenis kalkulator yang dapat
dimasuki program adalah Scientific Calculator Casio seri fx 4500PA.
B. IDENTIFIKASI MASALAH
Dalam pelaksanaan kediklatan, peserta banyak yang belum
memahami fungsi tombol yang terdapat pada Scientific Calculator Casio
seri fx 4500PA. Sebagian besar peserta belum memiliki keberanian untuk
mengoperasikan kalkulator, terutama dalam menggunakan menu tombol
yang masih asing bagi peserta.
Sebagian besar peserta yang sudah memiliki kalkulator Scientific
masih belum maksimal untuk mempelajari kembali penggunaan menu
yang disediakan oleh kalkulator tersebut, sebagian hanya digunakan untuk
operasi perhitungan matematika sederhana yaitu tambah (+), kurang (-),
kali (x) dan bagi (:).Peserta belum memaksimalkan penggunaan program
dan menu yang lain yang disediakan oleh kalkulator tersebut.
Sehubungan hal tersebut di atas maka pembelajaran bagaimana
penggunakan Kalkulator secara maksimal sangat diperlukan untuk
menyelesaikan perhitungan awal waktu shalat.Untuk membekali peserta
diklat Hisab Rukyat khususnya pada mata diklat perhitungan awal waktu
shalat, maka ada beberapa hal yang perlu diketahui dan dianalisis tentang
penggunaan Kalkulator antara lain tentang panel-panel pada keypad, mode
pemprograman, tombol perintah tambahan, serta kemampuan untuk
mempraktekkan penggunaan Kalkulator terutama perhitungan awal waktu
shalat.
C. PERUMUSAN MASALAH
Bagaimana meningkatkan ketrampilan peserta Diklat Hisab Rukyat dalam
mengoperasikan penggunaan menu program pada Scientific
CalculatorCasio fx 4500 PA terhadap penentuan awal waktu shalat?
D. ANALISIS PENYEBAB TIMBULNYA MASALAH
3
Berdasarkan rumusan masalah di atas, dapat ditelusuri akar penyebab
timbulnya masalah adalah sebagai berikut :
1. Latar belakang bidang tugas yang harus dilakukan peserta diklat Hisab
Rukyat
2. Menurunnya semangat untuk mengkaji kembali dan berlatih
menggunaan menu dan program pada Scientific Calculator
Dari analisis masalah di atas yang perlu mendapat perhatian adalah
menurunnya semangat untuk mengkaji kembali dan berlatih menggunakan
menu dan program pada Scientific Calculator
E. ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH
Untuk mengatasi permasalahan di atas ada beberapa kegiatan yang dapat
dilakukan antara lain :
1. Pemberian panduan/petunjuk secara tertulis tentang operasional
Scientific Calculator Casio fx 4500 PA.
2. Memperbanyak latihan penyelesaian soal penentuan awal waktu
shalat..
3. Pendampingan oleh teman sebaya saat melakukan latihan soal.
4. Memberikan penjelasan ulang bagi peserta yang belum memahami
penggunaan Scientific Calculator
F. TUJUAN
Karya tulis ini disusun dengan tujuan agar peserta Diklat Hisab Rukyat :
1. Memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam mengoperasikan
Kalkulator Scientific terutama untuk membantu perhitungan
penentuan awal waktu shalat.
2. Memiliki kompetensi dalam melaksanakan pembuatan jadwal
waktu shalat.
4
BAB II
PEMBAHASAN
A. PROGRAM APLIKASI WAKTU SHALAT
1. Pengenalan Rumus Waktu Shalat.
Untuk menentukan awal waktu shalat, Peserta diklat perlu
mengenal rumus perhitungan awal waktu shalat dan data-data pendukung
yang diperlukan. Masing-masing waktu shalat memiliki rumus
perhitungan yang hampir sama, kecuali nilai ketinggian matahari yang
berbeda. Khusus untuk awal waktu shalat ashar, untuk ketinggian matahari
menggunakan rumus tersendiri.
Peserta diklat perlu menentukan lokasi atau daerah yang akan
dihitung awal waktu shalatnya, karena hal ini berhubungan dengan data
lintang dan bujur tempat. Data ini juga digunakan untuk menentukan
koreksi waktu daerah (kwd).
Berikut disajikan rumus-rumus perhitungan awal waktu shalat:
a. Koreksi waktu daerah (Kwd)
(105° - φt)/15 untuk dearah Waktu Indonesia Barat
(120° - φt)/15 untuk dearah Waktu Indonesia Tengah
(135° - φt)/15 untuk dearah Waktu Indonesia Timur
Keterangan φ= bujur daerah
b. Sudut waktu (t)
Cos t = - tan φ tan  + sin h / cos φ / cos 
Keterangan :
δ = deklinasi waktu
h = ketinggian matahari waktu shalat
khusus waktu ashar, untuk menghitung ketinggian matahari
menggunakan rumus :
5
Cotan h = tan [φ- ] + 1 (hasil harga mutlak)
c. Awal waktu zuhur
12 – e + kwd + i
d. Awal waktu ashar
12 – e + t/15 + kwd + i
e. Awal waktu magrib
12 – e + t/15 + kwd + i
f. Awal waktu isya’
12 – e + t/15 + kwd + i
g. Awal waktu subuh
12 – e - t/15 + kwd + i
Keterangan :
i = ikhtiati
e = eqution of time
2. Penjelasan Istilah-istilah Waktu Shalat.
Peserta diklat sering menjumpai berbagai istilah dalam menentukan
awal waktu shalat. Dalam karya tulis ini, penulis jelaskan makna dari istilah
tersebut, cara mencari data dan cara memasukkan datanya.
a. Bujur daerah (φ)
Adalah besar nilai bujur suatu daerah. Untuk wilayah Indonesia nilainya
bujurnya antara 95° BT sampai 140° BT. Cara mencarinya dari peta, GPS
dan Google earth.
b. Kwd (Koreksi Waktu Daerah)
Adalah data yang digunakan untuk menentukan koreksi waktu antara
daerah yang akan ditentukan awal waktu shalat dengan berpedoman pada
bujur standar pembagian wilayah Indonesia. Untuk WIB (105° BT), untuk
WITA (120° BT) dan untuk WIT (135° BT).
c. Sudut waktu (t)
6
Adalah nilai sudut tinggi matahari ketika memasuki awal waktu shalat.
Nilai sudut waktu berbeda-beda untuk tiap waktu shalat.
d. Ikhtiati (i)
Adalah waktu yang ditambahkan atau dikurangkan untuk kehati-hatian dan
kebersamaan antar daerah yang memiliki wilayah yang cukup luas. Nilai
ikhtiati berkisar 1 sampai 2 menit.
e. Equation of time (e)
Adalah perata waktu data perhitungan matahari.
f. Deklinasi (δ)
Adalah sudut kemiringan matahari terhadap bumi.
3. Pemprograman Waktu Shalat dengan Kalkulator Scientific fx 4500 PA.
a. Peserta diklat perlu menghidupkan terlebih dahulu kalkulator Scientific
yaitu dengan menekan tombol AC/ON sebelum melakukan pemrograman
waktu shalat. Tekan MODE EXP, maka pada layar akan tertulis Filename,
selanjutnya tulis nama program F1 misalnya “WSHALAT” yang cara
pengetikannya seperti penjelasan pada materi sebelumnya.Selanjutnya
akhiri dengan EXE, lalu tekan tanda panah ke bawah. Pada layar akan
muncul L1. Program L1 ( line 1 ) siap dijalankan.
b. Pada langkah berikutnya ketik A = I – 30 + Int ((275 M ) / 9) – Int ((M +
9) / 12 ) (1 + Int ((K– 4 Int (K / 4) + 2) / 3)) + Int ((K–1) x 365.25 : Y =
Int (K / 100) : B = 2 – Y + Int (Y / 4) : J = A + B + 1721422.5 : T = (J –
2415020) / 36525 Exe . Penjelasan cara menombol kalkulator untuk
pemrograman adalah sebagai berikut :
1) Tekan tombol dilanjutkan tombol , maka pada layar
tertulis huruf A.
2) Tekan tombol , selanjutnya tekan , maka pada layar
tertulis tanda =.
7
3) Tekan tombol , selanjutnya tekan , maka pada layar
tertulis huruf I.
4) Tekan tombol , dilanjutkan tekan angka 30, maka pada layar
tertulis -30.selanjutnya tekan tanda
5) Tekan tombol , selanjutnya tekan , maka pada layar
tertulis Int.
6) Tekan tombol , selanjutnya tekan angka 275, kemudian
tekan , selanjutnya tekan , tekan , tekan
angka 9, kemudian tekan maka pada layar tertulis ((275 M) /
9), kemudian tekan
7) Tekan tombol ,tekan tekan ,
tekan , tekan angka 9 dan , kemudian tekan dan
angka 12, tekan maka pada layar tertulis Int ((M + 9 ) / 12).
8) Tekan tombol tekan angka 1 dan , selanjutnya tekan
, tekan , tekan , tekan dan
angka 4 maka pada layar tertulis (1 + Int ((K– 4.
9) Tekan tombol tekan angka 4 dan
tekan angka 2. Tekan , tekan angka 3, tekan
maka pada layar tertulis Int (K / 4) + 2) / 3)) +.
10) Tekan tombol tekan angka
1, tekan , tekan angka 365.25, tekan , maka
pada layar tertulis Int ((K–1) x 365.25, kemudian tekan
8
11) Tekan tombol
, tekan angka 100 dan , maka pada layar
tertulis Y =Int (K / 100) :.
12) Tekan tombol , tekan angka 2 dan
, tekan angka 4
dan maka pada layar tertulis B = 2 – Y +Int (Y /
4) :.
13) Tekan
, selanjutnya tekan angka 1721422.5 dan tekan ,
maka pada layar tertulis J = A + B + 1721422.5 :.
14) Tekan , tekan angka
2415020 dan , tekan angka 36525 , maka pada
layar tertulis T = (J – 2415020) / 36525Exe .
c. Setelah diakhiri dengan EXE, lalu tekan tanda panah ke bawah. Pada layar
akan muncul L2.Program L2 (line 2) siap dijalankan. Pada langkah
berikutnya ketik L = 279.69668 + 36000.76892 T + . 0003025 T2 : N =
358.47583 + 35999.04975 T – . 00015 T2– . 0000033 T XY3 : C = L +
(1.91946 – . 04789 T – . 00014 T2) Sin N Exe .
Penjelasan cara menombol kalkulator untuk pemrograman adalah sebagai
berikut :
1) Tekan tombol , tekan angka 279.69668 dan
, tekan angka 36000.76892 dan ,
tekan angka 0003025 dan
maka pada layar tertulis L = 279.69668 + 36000.76892 T + . 0003025
T2 :.
9
2) Tekan tombol , tekan angka 358.47583 dan
, tekan angka 35999.04975 dan , tekan
angka 00015 dan , tekan angka
0000033 dan tekan angka 3 dan
maka pada layar tertulis N = 358.47583 + 35999.04975 T – . 00015
T2– . 0000033 T XY3 :.
3) Tekan tombol ,
tekan angka 1.91946 dan , tekan angka 04789 dan
, tekan angka 00014 dan
, tekan tombol sin dan , maka pada layar
tertulis C = L + (1.91946 – . 04789 T – . 00014 T2) Sin N Exe.
d. Setelah diakhiri dengan EXE, lalu tekan tanda panah ke bawah. Pada layar
akan muncul L3. Program L3 (line 3) siap dijalankan.
Pada langkah berikutnya ketik C = C + (. 020094 - .0001 T) Sin (2N) + .
000293 Sin (3N) : R = 259.18 – 1934.142 T : C = C – . 00569 – . 00479
Sin R + . 00134 Cos (153.23 + 22518.7541 T) : Exe .
Penjelasan cara menombol kalkulator untuk pemrograman adalah sebagai
berikut :
1) Tekan tombol
, tekan angka 020094 dan , tekan angka 0001 dan
, tekan tombol sin dan , tekan angka 2 dan
, tekan angka 000293, tekan tombol
sin dan ,tekan angka 3 dan maka
pada layar tertulis C = C + (. 020094 - .0001 T) Sin (2N) + . 000293
Sin (3N) :.
10
2) Tekan tombol , tekan angka 259.18 dan
, tekan angka 1934.142 dan maka
pada layar tertulis R = 259.18 – 1934.142 T :.
3) Tekan tombol
, tekan angka 00569 dan , tekan angka 00479 dan tombol
sin serta tekan , tekan angka 000134 dan
tekan tombol cos serta tekan , tekan angka 153.23 dan ,
tekan angka 22518.7541 dan tekan
, maka pada layar tertulisC = C – . 00569 – . 00479 Sin R + .
00134 Cos (153.23 + 22518.7541 T) : Exe .
e. Setelah diakhiri dengan EXE, lalu tekan tanda panah ke bawah. Pada layar
akan muncul L4. Program L4 (line 4) siap dijalankan.
Pada langkah berikutnya ketik C = C + .00154 Cos (216.57 + 45037.5082
T + . 002 Cos (321.69 + 32964.3577 T) + .00179 Sin (350.74 +
445267.1142 T – . 00144 T2 + .00178 Sin (231.19 + 20.2 T) : Exe .
Penjelasan cara menombol kalkulator untuk pemrograman adalah sebagai
berikut :
Tekan tombol , tekan
angka 00154 dan tekan tombol cos , tekan angka 216.57 dan ,
tekan angka 45037.5082 dan tekan , tekan angka
002 dan tombol cos kemudian tekan , tekan angka 321.69 dan ,
tekan angka 32964.3577 dan tekan , tekan
angka 00179 dan tekan tombol sin serta tekan , tekan angka 350.74
dan , tekan angka 445267.1142 dan tekan ,
tekan angka 00144 dan tekan , tekan
11
angka 00178, tekan tombol sin dan ,tekan angka 231.19 dan ,
tekan angka 20.2 dan tekan maka
pada layar tertulis C = C + .00154 Cos (216.57 + 45037.5082 T + . 002
Cos (321.69 + 32964.3577 T) + .00179 Sin (350.74 + 445267.1142 T – .
00144 T2 + .00178 Sin (231.19 + 20.2 T) : Exe .
f. Setelah diakhiri dengan EXE, lalu tekan tanda panah ke bawah. Pada layar
akan muncul L5. Program L5 (line 5) siap dijalankan.
Pada langkah berikutnya ketik Q = 23.452294 – . 01301252 T – .
00000164 T2+ . 000000503 T XY3 : Y = (Tan ( Q / 2)) 2 : X = . 01675104
– .0000418 T -. 000000126 T2 : Exe . Penjelasan cara menombol
kalkulator untuk pemrograman adalah sebagai berikut :
1) Tekan tombol , tekan angka 23.452294 dan
, tekan angka 01301252 dan tekan
, tekan angka 00000164 dan
, tekan angka 000000503 dan , tekan tekan
angka 3 dan maka pada layar tertulis Q = 23.452294 – .
01301252 T – . 00000164 T2+ . 000000503 T XY3 :.
2) Tekan tombol , tekan tombol tan dan
tekan tekan angka 2 dan tekan
maka pada layar tertulis Y = (Tan (Q / 2)) 2 :.
3) Tekan tombol , tekan angka
01675104 dan , tekan angka 0000418 dan
, tekan angka 000000126 dan
, maka pada layar tertulis X = . 01675104 – .
0000418 T -. 000000126 T2 : Exe .
12
g. Setelah diakhiri dengan EXE, lalu tekan tanda panah ke bawah. Pada layar
akan muncul L6. Program L6 (line 6) siap dijalankan.
Pada langkah berikutnya ketik E = (Y Sin (2 L) – (2 X) Sin N + (4 X) Y
Sin N Cos (2 L) – (.5) Y2 Sin (4 L) – (5 / 4) X2 Sin (2 N)) x 180 / π / 15 :
Q = Q + .00256 Cos R : D = Sin –1 (Sin Q Sin C) : Exe . Penjelasan cara
menombol kalkulator untuk pemrograman adalah sebagai berikut :
1) Tekan tombol ,
tekan angka 2 dan , tekan angka 2 dan
tekan , tekan angka
4 dan ,
tekan angka 2 dan , tekan angka
5 dan , tekan angka 4dan
tekan angka 5 dan , tekan angka
4 dan , tekan angka 2
, tekan angka 180 dan
, tekan angka 15 dan maka pada
layar tertulis E = (Y Sin (2 L) – (2 X) Sin N + (4 X) Y Sin N Cos (2
L) – (.5) Y2 Sin (4 L) – (5 / 4) X2 Sin (2 N)) x 180 / π / 15 :.
2) Tekan tombol ,
tekan angka 00256 dan tekan maka
pada layar tertulis Q = Q + .00256 Cos R :.
3) Tekan tombol
, maka pada
layar tertulis D = Sin –1 (Sin Q Sin C) : Exe .
13
h. Setelah diakhiri dengan EXE, lalu tekan tanda panah ke bawah. Pada layar
akan muncul L7. Program L7 (line 7) siap dijalankan.
Pada langkah berikutnya ketik O = Tan-1 (1 / (Cos P Tan 21O 25’ / Sin (V
– 39O 50’) – Sin P / Tan (V – 39O 50’))) Δ Z = 12 – E + (105 – V) / 15 :
H = Tan-1 ( 1/(Tan Abs (P – D) + 1) : G = - Tan P Tan D Exe .
Penjelasan cara menombol kalkulator untuk pemrograman adalah sebagai
berikut :
1) Tekan tombol , tekan
angka 1 dan , tekan angka 21 dan
tekan angka 25 dan ,
tekan angka 39 dan tekan angka 50 dan
, tekan angka
39 dan tekan angka 50 dan
, maka pada layar tertulis O = Tan-1 (1 / (Cos P Tan 21O 25’ /
Sin (V – 39O 50’) – Sin P / Tan (V – 39O 50’))) Δ.
2) Tekan tombol , tekan angka 12 dan
, tekan angka 105 dan
tekan angka 15 dan maka pada layar tertulis
Z = 12 – E + (105 – V) / 15 :.
3) Tekan tombol , tekan
angka 1 dan
, tekan angka 1 dan maka
pada layar tertulis H = Tan-1 ( 1/(Tan Abs (P – D) + 1 ) :.
14
4) Tekan
, maka pada layar tertulis G = - Tan P Tan D Exe

i. Setelah diakhiri dengan EXE, lalu tekan tanda panah ke bawah. Pada layar
akan muncul L8. Program L8 (line 8) siap dijalankan.
Pada langkah berikutnya ketik F = Tan-1 (1 / Sin P Tan O) : (F + Cos –1
((Tan (90 – D))-1 Tan (90 – P) Cos F)) / 15 + Z Δ Z Δ Exe . Penjelasan
cara menombol kalkulator untuk pemrograman adalah sebagai berikut :
Tekan tombol , tekan angka 1
dan
, tekan angka 90
dan tekan , tekan
angka 90 dan tekan
tekan angka 15 dan
maka pada layar tertulis F = Tan-1 (1 / Sin P Tan
O) : (F + Cos –1 ((Tan (90 – D))-1 Tan (90 – P) Cos F)) / 15 + Z Δ Z Δ Exe
.
j. Setelah diakhiri dengan EXE, lalu tekan tanda panah ke bawah. Pada layar
akan muncul L9. Program L9 (line 9) siap dijalankan.
Pada langkah berikutnya ketik U = Cos P Cos D : Z + Cos –1 (G + Sin H /
U) / 15 Δ W = Cos –1 (G + Sin -1 / U) / 15 : Z + W Δ Z + Cos –1 (G + Sin -
18 / U) / 15 Δ S = Z – Cos –1 (G + Sin -20 / U) / 15 – 0O 10’ Δ S + 0O 10’ Δ
Z – W Δ Z – Cos -1 (G + Sin 4.5 / U) / 15 Δ Exe. Penjelasan cara
menombol kalkulator untuk pemrograman adalah sebagai berikut :
1) Tekan tombol
,
15
tekan angka 15 dan maka pada layar tertulis U = Cos P
Cos D : Z + Cos –1 (G + Sin H / U) / 15 Δ.
2) Tekan tombol
, tekan angka -1dan
, tekan angka 15
, tekan angka -1dan , tekan
angka 15 dan , maka pada layar tertulis W = Cos –1 (G +
Sin -1 / U) / 15 : Z + W Δ Z + Cos –1 (G + Sin - 18 / U) / 15 Δ.
3) Tekan tombol
, tekan angka -20 dan
, tekan angka 15-0 dan , tekan angka
10 dan , tekan angka 0 dan
, tekan angka 10 dan
, tekan angka 4.5 dan
, tekan angka 15 dan , maka pada layar
tertulis S = Z – Cos –1 (G + Sin -20 / U) / 15 – 0O 10’ Δ S + 0O 10’ Δ Z
– W Δ Z – Cos -1 (G + Sin 4.5 / U) / 15 Δ Exe.
4) Setelah pemrograman selesai, Peserta diklat perlu menekan tombol
Exe sekali lagi, kemudian kalkulator dimatikan.
Contoh :
1. Tentukan waktu shalat di Surabayapada tanggal 22 September 2012 dengan
menggunakan Scientific Calculator tipe fx 4500 PA.
Data lintang dan bujur Surabaya adalah sebagai berikut :
16
- Lintang tempat kota Surabaya (Ø/Ptp) = -7°15' LS
- Bujur tempat kota Surabaya (λ) = 112°45′ BT
Langkah-langkah menggunaan kalkulator adalah sebagai berikut :
a. Hidupkan kalkulator dengan menekan tombol AC/ON
b. Tekan tombol , maka pada layar kertulis WSHALAT dan F1.
Kemudian tekan EXE, maka pada layar akan muncul huruf I? Artinya
data tanggal harus dimasukkan, dalam hal ini Peserta diklat tombol 22
karena tanggal yang diminta adalah 22.
c. Tekan EXE, maka pada layar tertulis huruf M? Artinya data bulan
harus dimasukkan, dalam hal ini Peserta diklat tombol angka 9, karena
bulan September.
d. Tekan EXE, maka pada layar tertulis huruf K? Artinya data tahun
harus dimasukkan, dalam hal ini Peserta diklat tombol angka 2012,
karena tahun yang diminta adalah tahun 2012.
e. Tekan EXE, maka pada layar tertulis huruf P? Artinya data lintang
tempat harus dimasukkan, dalam hal ini Peserta diklat tombol
tekan angka 7, tekan , tekan angka 15, kemudian tekan ,
karena lintang Surabaya adalah -7°15’.Peserta diklat perlu
memperhatikan cara memasukkan data derajat, menit dan detik pada
kalakulator.
f. Tekan EXE, maka pada layar tertulis huruf V? Artinya data bujur
tempat harus dimasukkan, dalam hal ini Peserta diklat tekan angka
112, tekan , tekan angka 45, kemudian tekan , karena
bujur Surabaya adalah 112° 45’. Peserta diklat perlu memperhatikan
cara memasukkan data derajat, menit dan detik pada kalakulator.
g. Tekan EXE, maka pada layar tertulis angka 65,97082381. Artinya
angka tersebut menunjukkan arah kiblat Surabaya dihitung dari utara
ke barat.
17
h. Tekan EXE, maka pada layar tertulis angka 12.44804312. tekan
. , maka pada layar tertulis 12° 26’52.96”. Artinya
angka tersebut menunjukkan bayang-bayang kiblat Surabaya pada
tanggal 22 September 2012 jatuh pada 12j 26 m 52.96 dtk .
i. Tekan EXE, maka pada layar tertulis hruf Z dan angka 11.3628132.
tekan . , maka pada layar tertulis 11° 21’46.13”. Artinya
angka tersebut menunjukkan awal waktu zuhur Surabaya pada tanggal
22 September 2012 jatuh pada 11j 21m 46.13dtk . Waktu tersebut
ditambah ikhtiati sekitar 1 menit sampai 2 menit, sehingga azan zuhur
dikumandangkan 11j 23m
j. Tekan EXE, maka pada layar tertulis Z + cos -1 dan angka
14.56771916 tekan . , maka pada layar tertulis 14°
34’3.79”. Artinya angka tersebut menunjukkan awal waktu ashar
Surabaya pada tanggal 22 September 2012 jatuh pada 14j 34m 3.79dtk .
Waktu tersebut ditambah ikhtiati sekitar 1 menit sampai 2 menit,
sehingga azan ashar dikumandangkan 14j 35m
k. Tekan EXE, maka pada layar tertulis Z + W dan angka 17.42814063
tekan . , maka pada layar tertulis 17° 25’41.31”. Artinya
angka tersebut menunjukkan awal waktu magrib Surabaya pada
tanggal 22 September 2012 jatuh pada 17j 25m 41.31dtk . Waktu
tersebut ditambah ikhtiati sekitar 1 menit sampai 2 menit, sehingga
azan magrib dikumandangkan 17j 27m
l. Tekan EXE, maka pada layar tertulis Z + cos -1 dan angka
18.57085453 tekan . , maka pada layar tertulis 18°
34’15.08”. Artinya angka tersebut menunjukkan awal waktu isya’
Surabaya pada tanggal 22 September 2012 jatuh pada 18j 34m 15.08dtk
. Waktu tersebut ditambah ikhtiati sekitar 1 menit sampai 2 menit,
sehingga azan isya’ dikumandangkan 18j 35m
18
m. Tekan EXE, maka pada layar tertulis S=Z + cos -1 dan angka
3.853591142 tekan . , maka pada layar tertulis 03°
51’12.93”. Artinya angka tersebut menunjukkan awal waktu imsak
Surabaya pada tanggal 22 September 2012 jatuh pada 03j 51m 12.93dtk
.
n. Tekan EXE, maka pada layar tertulis S + 0°10’ dan angka
4.020257809 tekan . , maka pada layar tertulis 04°
01’12.93”. Artinya angka tersebut menunjukkan awal waktu subuh
Surabaya pada tanggal 22 September 2012 jatuh pada 04j 01m 12.93dtk
Ini adalah waktu terbit fajar. Waktu tersebut ditambah ikhtiati sekitar
1 sampai 2 menit, sehingga azan subuh dikumandangkan 04j02m
o. Tekan EXE, maka pada layar tertulis Z - W dan angka 5.297485779
tekan . , maka pada layar tertulis 05° 17’50.95”. Artinya
angka tersebut menunjukkan awal waktu terbit Surabaya pada tanggal
22 September 2012 jatuh pada 05j 17 m 50.95dtk .
p. Tekan EXE, maka pada layar tertulis Z – cos-1 dan angka 5.667121104
tekan . , maka pada layar tertulis 05°40’1.64”. Artinya
angka tersebut menunjukkan awal waktu dhuha Surabaya pada tanggal
22 September 2012 jatuh pada 05j40m1.64dtk .
19
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Bagi setiap muslim waktu shalat sangat penting, karena hubungannya
dengan kewajiban ibadah yang harus segera dilakukan. Dalam mengingatkan
kewajiban shalat sehari-hari, biasanya ditandai dengan dikumandangya azan.
Muazin sebelum mengumandangkan azan tentu akan melihat jadwal waktu shalat,
baik dicetak oleh lembaga tertentu atau yang berupa jadwal shalat digital yang
sudah banyak ditemui..
Dengan karya tulis ini diharapkan pembaca pada umumnya dan peserta
Diklat Hisab Rukyat khususnya memiliki pengetahuan tentang Kalkulator dan
penggunaannya secara maksimal, terutama pada Scientific Calculator Casio fx
4500 PA.
Diperlukan kesungguhan dan ketekunan secara terus menerus dalam
menggunakan kalkulator agar tidak mudah lupa terutama untuk menyelesaikan
perhitungan penentuan awal waktu shalat dan tugas-tugas lain yang berkaitan
dengan kebutuhan ummat Islam dalam mendalami Ilmu Falaq/Hisab Rukyat,
sehingga menjadikan kita orang-orang yang memiliki kompetensi di bidang Hisab
Rukyat terutama dalam pembuatan jadwal waktu shalat.
B. SARAN
20
1. Karya tulis ini perlu dikembangkan dalam kediklatan Hisab Rukyat
karena hasilnya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat pada
umumnya dan ummat Muslim pada khususnya terutama bagi
mereka yang ingin memperdalam Ilmu Falaq.
2. Perlu diterbitkannya buku panduan penggunaan peralatan Ilmu
Falak, terutama penggunaan menu dan Program pada Scientific
Calculator Casio fx 4500 PA bagi peserta Diklat Hisab Rukyat
sebagai panduan tugas di lokasi masing-masing.
DAFTAR PUSTAKA
C.W.C.Barlow, M.A,B.Sc, 1964Elementary Mathematical Astronomy,
University Tutorial Press LTD, London
Departemen Agama, 2000. Tafsir Al-Qur’an. Jakarta
Departemen Agama, 2004. Pedoman Penentuan Awal Waktu Shalat. Jakarta
Pusat Bahasa Depdiknas, 2005. Kamus Bahasa Indonesia, BSE Jakarta
Sriyatin Shadiq Al-Falaky, 2008Perhitungan Penentuan Awal Waktu
Shalat., Yayasan Al Falakiyah, Surabaya
Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah DITJEN BIMAS
Islam Departemen AgamaRI,2012. Ephemeris Hisab Rukyat,
Jakarta
Casio, 2010.Manual Operation Scientific Calculator fx 4500 PA, Japan

http://bdksurabaya.kemenag.go.id/file/dokumen/PemrogramanWaktuSholat.pdf